
DUMAI, GORIAU.COM - Pemerintah Kota Dumai dituding 'menyanyah' oleh Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai. Hal itu dipicu rencana walikota Dumai melalui Dinas tata Kota dan pertamanan untuk membangun masjid mini di lapangan Bukit Gelanggang (Dumai Central Park) dengan menggunakan alokasi anggaran APBD- Perubahan sebesar Rp12 milyar.
"Menyanyah Pemko Dumai, Rp12 M bukan uang yang sedikit, seharusnya pemko mampu menggunakan anggaran untuk hal lain daripada membangun sesuatu yang nantinya fungsinya justru tidak optimal." sebut Rian Arif, Sekretaris Umum HMI cabang Dumai, kepada Goriau.com Sabtu (21/9/13).Berbicara soal mesjid di Dumai, kata Rian, Sudah banyak Mesjid, justru disekitar lapangan Bukit Gelanggang sendiri sudah ada masjid Habiburrahman."Untuk apa harus dibangun lagi dengan biaya yang sedemikian besar? takutnya fungsi Mesjid hanya sebagai ikon Kota saja nantinya." sebut Rian.Ditambahkannya, Masjid agung Al - Manan saja sebagai masjid raya Kota Dumai sudah rusak parah tanpa ada niat baik Pemko Dumai untuk memperbaikinya. Waktu hujan atapnya bocor, lalu Masjid Habiburrahman disekitar lapangan itu akan ditinggal..?"Dana tersebut bisa saja pemko alihkan untuk anggaran yang lain. Misalnya, menanggulangi kebanjiran, kemiskinan dan pendidikan dengan memberikan bantuan fasilitas di sekolah, terutama perlengkapan laboratorium." ungkapnya.Rian menyebutkan, Walikota Dumai hanya bisa membuat Wacana yang bagi beliau itu untuk sejarah dan beliau akan populis. Setiap anggaran yang dianggarkan harus tepat guna sesuai dengan urgenci sosial."Visi misi walikota saja tidak sesuai dengan kinerjanya hari ini. Walikota Dumai telah gagal mewujudkan visi misinya sebagai kota pengantin. Keberhasilan walikota hanyalah mewujudkan tempat hiburan malam dan karaoke yang menjamur di Kota Dumai." beber Rian.Sebelumnya, dikabarkan rencana pemerintah Kota Dumai untuk membangun masjid di sekitaran lapangan Bukit Gelanggang juga mendapat ganjalan dari DPRD Kota Dumai. Pasalnya, hampir keseluruhan anggota DPRD menolak rencana yang akan memakan anggaran hingga Rp12 milyar tersebut."Wacana sih boleh- boleh saja, tergantung badan anggaran nanti yang sama sama memutuskan. itupun kalau jeli menyikapi wacana, kalau dah dibutakan, yaa udah nasib badan Kota Dumai ini." ujar dr Ahmad Effendi, ketua Fraksi PAN DPRD Kota Dumai kepada Goriau.com Sabtu (21/9/13) dini hari kemarin.Dijelaskan Ahmad Effendi, jika membangun mesjid untuk memperluas syiar Islam, tentunya sebagai umat islam dirinya mendukung 100 persen. Tetapi letak persoalannya justru bukan disitu. Taman bukit gelanggang, kata Ahmad, sudah dicanangkan dan dirancangan sebagai taman kota."Buktinya di Bukit Gelanggang sudah terbangun air mancur yang tak dapat me mancurkan air, Tugu Lancang Kuning, Podium tempat berbagai aktifitas, seperti acara pencanangan dan kampanye partai politik serta hiburan rakyat dengan berbagai model artis berbagai gaya musik." ungkapnya.Sebuah mesjid jika berdiri di sana, kata Ahmad, kira- kira apakah tidak terganggu kegiatan keagamaan nanti nya,"Tak mungkin mesjid berdiri hanya untuk pajangan semata, tentunya harus kita makmurkan, dan sewajarnya tidak bercampur baur dengan aktifitas keduniawiaan yang non religi." jelasnya.Dikonfirmasi terpisah, Jhonfikar, sekretaris Komisi I DPRD Dumai, menyebutkan, rencana tersebut jelas-jelas akan ditolak dan disebut sebagai suatu rencana yang mumbazir anggaran."Dalam pembahasan nanti akan dilihat, jika diusulkan maka jelas akan ditolak. karena sudah ada masjid disekitaran lapangan tersebut yang dibangun lumayan megah sudah sejak lama," jelasnya.Pemerintah kota Dumai melalui Dinas Tatakota, Kebersihan dan Pertamanan (DTKP) kota Dumai, berencana mendirikan Masjid berukuran mini di Taman Bukit Gelanggang yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Dumai dan ini sudah dalam tahap proses memulai pekerjaan."Dalam waktu dekat ini akan dimulai pengerjaannya, dan masjid ini diperuntukkan sebagai rumah ibadah bagi masyarakat yang sedang berlibur atau menghabiskan waktu di taman kota", ucap Wako.Pembangunan Masjid ini dianggarkan sebanyak Rp 12 miliar dan ditargetkan selesai hingga 2014 mendatang. Wako berharap dapat bermanfaat banyak bagi masyarakat, disamping bisa juga dijadikan salah satu objek kunjungan rekreasi warga. "Masjid ini kita bangun agar masyarakat yang sedang berada di areal Dumai Central Park dapat langsung beribadah ketika waktu sholat sudah masuk sebagai kewajiban seorang muslim", terang Wako.(egy)