
SIAK - Peran keluarga menjadi kunci utama dalam menyukseskan program pendidikan karakter berbasis agama di Kabupaten Siak. Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, MSi secara khusus menginstruksikan para orang tua dan wali murid untuk mendampingi anak-anak mereka beribadah di masjid saat malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Melalui surat edaran resmi yang diteken 10 Juni 2026, pemerintah daerah tidak hanya menyasar para pelajar, melainkan juga melibatkan peran aktif lingkungan keluarga. Anak-anak diimbau untuk tidak sekadar datang beribadah, tetapi harus menetap di lingkungan masjid atau musala hingga pelaksanaan salat Isya berjemaah usai.
"Untuk disimak bagi kalangan pelajar, orang tua, dan majelis guru di berbagai tingkatan sekolah se-Kabupaten Siak. Mari sambut Tahun Baru Islam 1448 H dengan sederhana, ramaikan masjid dan musala terdekat, isi dengan tausiyah dan membaca Al-Qur'an," ungkap Afni.
Selama berada di rumah ibadah Senin (15/6/2026), anak-anak akan mengikuti berbagai aktivitas produktif. Mulai dari salat Magrib berjemaah, program Magrib Mengaji, pembacaan Surah Yasin bersama, hingga mendengarkan tausiyah dari tokoh agama setempat.
Kehadiran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi langsung kegiatan ini dinilai sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memastikan anak-anak benar-benar menyerap nilai moral dari kegiatan keagamaan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari pihak sekolah.
Kolaborasi antara pemerintah, instansi pendidikan, dan keluarga ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan dari dampak negatif pergaulan bebas. Momentum 1 Muharram dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an dan nilai-nilai luhur keislaman.
"Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, mari kita jadikan gerakan shalat berjemaah dan mengaji di surau maupun masjid sebagai budaya dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari," jelas bupati perempuan pertama di Siak itu. ***