PEKANBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau kembali akan menggelar Festival Literasi Riau pada September 2025. Kegiatan tahunan ini juga dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Riau, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Hari Kunjungan Perpustakaan.

Festival tahun ini akan dipusatkan di Perpustakaan Soeman H.S. Pekanbaru. Berbagai agenda seperti pameran buku, talkshow literasi, hingga bazar kuliner khas Melayu akan memeriahkan acara selama empat hari berturut-turut.

“Rencananya, kegiatan ini akan dimulai tanggal 11 hingga 14 September. Kami memanfaatkan seluruh fasilitas perpustakaan, dari aula, halaman parkir, hingga area UMKM untuk kegiatan bazar kuliner,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, Mimi Yuliani Nazir, saat ditemui Goriau di ruang kerjanya, Senin (14/07/2025).

Mimi menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari festival literasi sebelumnya yang selalu dikaitkan dengan momen penting seperti HUT Riau dan Kemerdekaan RI. Tahun ini, kegiatan terbagi menjadi dua bagian, yakni pekan aksi literasi yang diselenggarakan di arena Car Free Day dan festival literasi utama yang dipusatkan di perpustakaan.

Book fair akan menjadi salah satu daya tarik utama, di mana sejumlah penerbit lokal dari Pekanbaru dijadwalkan hadir untuk memamerkan dan menjual koleksi buku mereka. Tak hanya itu, berbagai talkshow literasi juga akan digelar dengan beragam tema seperti literasi kesehatan, literasi keuangan, sosial budaya, serta seni.

“Ada juga penampilan seni dari komunitas, seperti pembacaan puisi dan penampilan pelajar dari berbagai institusi pendidikan. Jadi, bukan hanya membaca dan menulis saja, tapi lebih dari itu,” ucap Mimi.

Untuk talkshow, panitia mewajibkan peserta mendaftar terlebih dahulu guna menghindari lonjakan pengunjung di ruang seminar yang terbatas. Sementara itu, kegiatan pameran dan kunjungan umum tidak memerlukan pendaftaran.

Guna memaksimalkan partisipasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendatangkan pelajar secara kolektif ke Perpustakaan Soeman HS.

“Harapannya, pelajar bisa melihat langsung bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang hidup dan menyenangkan. Kita ingin mengajak anak-anak, terutama usia dini, untuk termotivasi datang ke perpustakaan,” kata Mimi.

Dengan tagline “Riau Tanah Rumpun Melayu”, festival ini juga menjadi upaya konkret untuk mendekatkan masyarakat dengan budaya literasi. Mimi berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Riau semakin literat dan memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap informasi yang valid dan bermutu.

“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat semangat literasi dan mewujudkan masyarakat Riau yang berpengetahuan dan berdaya saing,” ujarnya. ***