
PEKANBARU - 487 personel aparat Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu diterjukan di tiga Kecamatan guna mengamankan jalanya kampanye pasangan calon Bupati dan Wakilnya. Termasuk seluruh Personel dari Kepolisian Sektor (Polsek) juga diturunkan dalam pengamanan kampanye yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (03/12/2015).
Dalam pengamanan kampanye kali ini jumlah aparat Kepolisian dibagi menjadi tiga kelompok, meliputi kelompok pengamanan iring-iringan massa, pengamanan lokasi kampanye, dan pengamanan arus lalu lintas.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono Sik, Mhum kepada GoRiau.com, Rabu (02/12/2015).
"Dari jumlah 487 personel dari seluruh satuan kita bagi tiga, pertama 360 personel untuk mengamankan lokasi kampanye akbar Paslon, atau setiap lokasi kampanye dijaga sekitar 120 personel. Sedangkan sisanya 127 personel disiagakan untuk mengawal massa serta iring-iringan menuju lokasi atau sepulang dari lokasi kampanye," ungkapnya.
Pitoyo juga menjelaskan dalam proses pengamanan pilkada kali ini pihaknya tidak memperlakukan perbedaan pada setiap paslon maupun terhadap massa pendungnya. Peraturan ketat ia berlakukan seperti wajib helem bagi pengguna kendaraan roda dua, tidak diperbolehkan memakai knalpot racing, senjata tajam maupun benda-benda yang bisa membahayakan orang lain.
"Jika ada yang membawa senjata tajam atau melanggar aturan lalu lintas kita akan razia dan tetap menindak sesuai pidana. Kalau melanggar lalu lintas tetap ditilang," tukasnya.
Menurut laporan Panwasulu Rokan Hulu yang sudah masuk ke Kepolisian, Paslon nomor urut 1, Hafith Syukri-Nasrul Hadi akan melaksanakan kampanye di Stadion. Mini Djamin Kecamatan Ujungbatu, Paslon nomor urut 2, Suparman-Sukiman (Susuki) kampanye di lapangan Rantau Baih Kota Pasirpangaraian, sedangkan Paslon nomor urut 3, Syafaruddin-Erizal (Syafari) akan melaksanakan kampanye di lapangan LKA Tambusai di Dalu Dalu.
Agar suasana kampanye dan tahapan pilkada serentak di Kabupaten Rokan Hulu berjalan lancar, pihak Kepolisian menghimbau kepada seluruh kader dan simpatisan dari masing-masing calon untuk mentaati segala peraturan dan mengedepankan keselamatan jiwa masing-masing.
"Jangan sampai terlena, tetap waspada dan menjaga kondisi yang aman dan tertib, karena pilkada ini adalah proses mencari sosok pemimpin untuk lima tahun yang akan datang, jangan dijadikan ajang hura-hura yang mengabaikan keselamatan jiwa," pungkas Pitoyo. ***