PEKANBARU, GORIAU.COM - Dua orang pelaku spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus kartu tersangkut berhasil diringkus Unit Reserse Kriminal Polsek Tampan, Selasa (5/5/2015) dinihari tadi. Seorang diantaranya terpaksa ditembak, lantaran berusaha melawan petugas. Kedua pelaku diketahui sudah beraksi di 20 ATM di kota Pekanbaru.

Dengan cara mengganjal tempat masuknya kartu di mesin ATM, dua pelaku berinisial AC dan AR, berhasil mengambil uang nasabah senilai puluhan juta Rupiah. Mereka ini cukup profesional, dimana saat beraksi keduanya berpura-pura memberi bantuan terhadap pemilik kartu dan menawarkan Call Center palsu.

Setelah menghubungi nomor ini, korban diarahkan operator palsu untuk mengirimkan nomor PIN ATM. Walau begitu, kartu yang sudah tersangkut tak juga bisa ditarik. Lalu tersangka menyuruh si korban untuk datang ke Bank yang bersangkutan agar segera melakukan pengurusan.

Saat itulah, salahsatu pelaku mengambil peran dengan memasukkan kode PIN yang sudah didapat. Mereka kemudian menguras isi tabungan dan melarikannya. "Pengakuan tersangka, mereka beraksi sudah 20 kali. Kita masih melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lainnya," kata Kapolsek Tampan, Kompol Suparman.

Penangkapan AC dan AR, sambung Kompol Suparman, berawal dari laporan korban bernama Hendra. Saat itu dia turut jadi korban sewaktu mengambil uang di ATM BRI di SPBU jalan Subrantas, tepatnya di depan pasar Panam, kelurahan Tuah Karya.

"Setelah mendapat laporan ini, kita langsung memburu tersangka, dan menangkap keduanya, Selasa dinihari tadi, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang diantaranya yaitu AR, terpaksa kita tembak kaki kanannya, karena berusaha melawan petugas," jelas Kompol Suparman, Selasa siang.

Usai ditembak, pelaku lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapat perawatan. Setelahnya polisi menggiring kedua pelaku ke Mapolsek Tampan, guna kepentingan penyidikan. "Kita duga mereka beraksi lebih dari dua orang. Anggota masih melakukan pengejaran terhadap pemain lainnya," tukasnya. (had)