JAKARTA – Jumlah penduduk Indonesia mencapai 282.477.584 jiwa per 30 Juni 2024. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tercatat sebagai kabupaten/kota dengan penduduk terbanyak, yakni 5,6 juta jiwa.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan itu dalam rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) semester I tahun 2024 di Jakarta, Rabu (7/8/2024).

Teguh menuturkan, dari total jumlah penduduk itu, 142.569.663 jiwa di antaranya merupakan laki-laki, sedangkan 139.907.921 jiwa sisanya adalah perempuan.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil mengungkapkan, sebaran penduduk paling banyak ada di Pulau Jawa dengan total 55,93 persen penduduk.

Disusul Sumatera sebanyak 21,81 persen, Sulawesi 7,36 persen, Kalimantan 6,18 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,56 persen, Papua 2 persen, serta Maluku 1,17 persen.

"Dari 282.477.584 jiwa ini, yang merupakan wajib KTP-el (Kartu Tanda Penduduk elektronik) sebesar 207.889.876 jiwa, ini yang usianya 17 tahun ke atas," kata Teguh dalam keterangan resmi, Rabu (7/8/2024).

Adapun penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP-el sejumlah 97,19 persen, dengan target akhir tahun ini mencapai 99,4 persen.

Berikut daftar provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia:- Jawa Barat: 50.489.208 jiwa

- Jawa Timur: 41.714.928 jiwa

- Jawa Tengah: 38.280.887 jiwa.

Sementara itu, provinsi dengan penduduk terendah, meliputi:

- Papua Selatan: 545.861 jiwa

- Papua Barat: 569.910 jiwa

- Papua Barat Daya: 616.132 jiwa.

Di tingkat kabupaten/kota, dua daerah di kawasan Jawa Barat masuk dalam daftar penduduk tertinggi di Indonesia. Kabupaten Bogor, Jawa Barat berada di puncak dengan total 5,6 juta penduduk.

Bahkan, menurut Teguh, jumlah penduduk di kabupaten ini lebih banyak dibandingkan sejumlah provinsi.

"Jumlah penduduk tertinggi di tingkat kabupaten/kota adalah Kabupaten Bogor. Luar biasa ini, ini melampaui beberapa provinsi jumlah penduduknya," kata Teguh. Berikut daftar kabupaten/kota dengan penduduk terbanyak di Indonesia per semester I-2024:

- Kabupaten Bogor, Jawa Barat: 5.664.537 jiwa

- Kabupaten Bandung, Jawa Barat: 3.773.104 jiwa

- Kabupaten Tangerang, Banten: 3.373.149 jiwa.

Di sisi lain, jumlah penduduk kabupaten/kota terkecil tercatat sebagai berikut:

- Kepulauan Seribu, DKI Jakarta: 30.414 jiwa

- Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara: 29.291 jiwa

- Kabupaten Supiori, Papua: 27.159 jiwa.

Keragaman Agama

Dari sisi keragaman agama di Indonesia, Ditjen Dukcapil mengungkapkan, mayoritas penduduk beragama Islam (Muslim) dengan persentase mencapai 87,08 persen dari total populasi.

Penduduk beragama Kristen berjumlah 7,4 persen, sementara Katolik mencakup 3,07 persen dari total penduduk. Agama Hindu berada di urutan keempat dengan 1,68 persen dari populasi, sedangkan Buddha mencakup 0,71 persen. Kelompok minoritas lainnya termasuk penganut kepercayaan dan Konghucu, masing-masing sebanyak 0,03 persen.

Status Perkawinan

Teguh melanjutkan, berdasarkan status perkawinan, terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah. Laki-laki mendominasi kategori status belum kawin, menunjukkan bahwa lebih banyak pria yang belum menikah dibanding perempuan.

Sebaliknya, perempuan lebih banyak berada dalam status kawin daripada laki-laki.

"Data ini memberikan gambaran mengenai struktur demografis dan dinamika sosial di Indonesia, serta dapat memengaruhi berbagai aspek dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan," tuturnya.

Teguh menyampaikan, secara total, jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2024 naik sebanyak 1.752.156 jiwa dibandingkan dengan semester II-2023.

Pada periode yang sama, semester I-2023, jumlah penduduk tercatat mencapai 279.118.866 jiwa. Angka tersebut naik saat semester II-2023 atau 31 Desember 2023, menjadi 280.725.428 jiwa.

"Kemudian naik lagi menjadi 282.477.584 jiwa di semester I-2024. Artinya dalam satu tahun penduduk kita naik kurang lebih 3,3 jutaan," papar Teguh.

Sekitar 69,58 persen atau 196.558.195 jiwa dari total 282,4 juta orang adalah usia produktif 15-64 tahun. Sementara itu, 22,95 persen atau 64.833.766 jiwa tercatat penduduk usia muda 0-14 tahun, serta 21.085.623 jiwa atau 7,46 persen penduduk usia tua atau berumur 65 tahun ke atas.

"Kita bersyukur dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, 69,58 persen adalah usia produktif dan ini diharapkan bisa menopang laju pertumbuhan Indonesia untuk menjadi 3 atau 4 besar negara di dunia," jelasnya.***