PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengadakan Workshop Champion of Innovation pada Rabu (10/5), di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya. Acara ini menjadi wadah bagi Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, untuk meluncurkan aplikasi PEKA dan memberikan penghargaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang paling inovatif.

"Saya meresmikan aplikasi PEKA. Tapi, aplikasi PEKA juga harus siap berkolaborasi dengan OPD lainnya," ucap Muflihun pada acara tersebut. Narasumber lainnya yang turut menyaksikan peluncuran aplikasi ini adalah Aferi S Fudail dari Kemendagri dan Suripto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Muflihun menekankan pentingnya inovasi dalam setiap OPD dan meminta agar Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, memberikan sanksi kepada OPD yang tidak membuat inovasi. "Saya perintahkan sekda agar memberi sanksi OPD yang tidak membuat inovasi, Insentif TPP jangan dibayarkan," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Indra Pomi Nasution menegaskan bahwa workshop ini diadakan untuk mendorong penciptaan inovasi-inovasi di Pemko Pekanbaru. "Agar, kita bisa mewujudkan harapan masyarakat. Saya harap seluruh OPD bisa melakukan inovasi supaya bisa memberikan pelayanan yang baik. Itu intinya," jelasnya.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada dua OPD terinovatif, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Penghargaan juga diberikan kepada beberapa Kecamatan dan Dinas lainnya sebagai bentuk pengakuan atas inovasi yang mereka lakukan.

"Penghargaan ini guna mendorong teman-teman OPD untuk berinovasi. Karena, mereka telah menjadi narasumber di tingkat Provinsi Riau. Mereka menjadi kebanggan kami di Pemko Pekanbaru," ucap Indra Pomi. ***