PEKANBARU - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru telah mengadakan Pelatihan Penyusunan Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) pada hari Rabu (10/5). Acara ini diikuti oleh ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru, khususnya yang berasal dari Kelurahan Suka Mulia, Kecamatan Sail.

Adi Lesmana S.Hut, Sekretaris Disketapang Kota Pekanbaru, menekankan pentingnya pemahaman akan pemanfaatan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. "Sebagai lembaga yang mempunyai tugas pokok meningkatkan ketahanan pangan, Disketapang berupaya terus melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat untuk memiliki pemahaman terhadap pangan B2SA. Selama ini kita tahu tentang 4 Sehat 5 Sempurna, saat ini, ada lagi yang disebut dengan B2SA," ungkapnya.

Lesmana menambahkan bahwa Disketapang juga memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat tentang pengolahan dan pemanfaatan pangan. Dia berharap bahwa pelatihan ini tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan kaum ibu tentang pola penyusunan kebutuhan pangan keluarga sehari-hari, tetapi juga dapat menyebarluaskan pengetahuan ini ke masyarakat di sekitarnya. Tujuannya adalah untuk mencegah stunting atau kerawanan pangan yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang cara memanfaatkan atau mengolah pangan, khususnya non-beras.

Purwati, SP, MMA, Analis Ketahanan Pangan di Disketapang Pekanbaru, dan Dewi Sri Rejeki Sukmela SH, Pengawas Mutu Hasil Pertanian, juga memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang pola konsumsi yang memenuhi standar B2SA. Purwati menjelaskan bahwa B2SA yang berbasis pangan lokal adalah yang paling diharapkan dapat dikembangkan di masyarakat. Dia menjelaskan bahwa pangan B2SA ini seharusnya fokus pada non-beras, karena Riau bukan daerah penghasil beras.

"Jadi bisa berbahan ubi, jagung, pisang, dan aneka jenis bahan pangan yang bisa dimanfaatkan masyarakat," ungkap Purwati. Dia juga menekankan pentingnya konsumsi pangan yang mampu memenuhi standar kebutuhan gizi dan protein bagi keluarga.

Pada akhir acara, Adi Lesmana, Sekretaris Disketapang, memberikan bantuan bibit tanaman cabai dan materi seminar kepada perwakilan peserta secara simbolis. ***