JAKARTA - Pemerintah Indonesia menawarkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi - Rengat, Rengat - Pekanbaru (termasuk ruas Pekanbaru - Siak) sepanjang 282,7 kilometer dengan total investasi sebesar US$ 3,1 miliar kepada pengusaha asal Turki.

Hal itu terungkap saat kunjungan kerja perwakilan pemerintah Turki ke jalan tol di Pulau Sumatera, yang terdiri dari Duta Besar Indonesia untuk Turki dan beberapa perusahaan konstruksi asal Turki yakni ERG Insaat Ticaret ve Sanayi dan DORCE Ltd. Mereka melakukan kunjungan kerjanya sejak Selasa kemarin hingga hari ini, Rabu, 15 Desember 2021.

Selain melihat langsung Tol Trans Sumatera, pihak Indonesia dan Turki membahas pendanaan proyek jalan serta proyek mana saja yang akan dibukakan peluang kerja sama.

Dalam kunjungan kerja ini, pihak Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR Reni Ahiantini. Selain itu juga ada Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro, serta Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan.

Adapun delegasi Turki yang ikut di antaranya Group CFO ERG Insaat Ticaret ve Sanayi, Ali Koray Erden; General Manager ERG Insaat Ticaret ve Sanayi, Ali Riza Bayraktaroglu, dan Deputy General Manager of Business Development at DORCE Ltd, Geldimurat Annageldiyev.

Agenda pada site visit JTTS Tol Pekanbaru - Dumai juga sekaligus mengajak calon investor melakukan survei kondisi tanah khususnya pada sekitar proyek pembangunan Tol Pekanbaru - Bangkinang, serta pembahasan mengenai detail usulan proyek yang akan dikolaborasikan dengan kontraktor asal Turki tersebut.

Kunjungan ini menjadi kunjungan awal sebelum pelaksanaan Business Forum antara Asosiasi Kontraktor Turki (TCA) dengan Asosiasi Kontraktor Indonesia serta antara Asosiasi Konsultan Turki (ATCEA) dengan Asosiasi Konsultan Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada awal 2022 mendatang.

Herry menjelaskan bahwa Kementerian PUPR menyambut baik minat kerja sama para pengusaha dan perusahaan konstruksi asal Turki, khususnya untuk terlibat dalam pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

“Ini baru merupakan tahapan awal penjajakan kerjasama sehingga kita ajak mereka untuk survei kondisi lapangan. Selain itu, masih banyak hal-hal yang perlu dilengkapi untuk dapat merealisasikan kerjasama ini nantinya," katanya.

Pemerintah, kata Herry, menawarkan Proyek JTTS ruas Jambi - Rengat dan beberapa Ruas Rengat - Pekanbaru (Pekanbaru - Siak) dengan total panjang sepanjang 282,7 kilometer dengan total investasi sebesar US$ 3,1 miliar.

Salah satu delegasi Turki, yakni Ali Koray Erden selaku Group CFO, ERG Insaat Ticaret ve Sanayi, sangat antusias dengan kerja sama menggarap tol Trans Sumatera tersebut tersebut. "Kami berharap bisa berkolaborasi dalam membangun di Indonesia," tuturnya. Apalagi perusahaan sudah mencatatkan portofolio yang baik dalam membangun tol di negara asal.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya ke Turki pada November lalu mengatakan bahwa Indonesia mendorong investor-investor dari Turki untuk berinvestasi di berbagai sektor infrastruktur baik melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), maupun Engineering, Procurement, Construction (EPC).

Tak hanya Tol Trans Sumatera, kata Kementerian PUPR, pembangunan infrastruktur di Indonesia masih banyak menyediakan peluang investasi yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan konstruksi dari luar negeri, khususnya Turki. ***