
SIAK SRI INDRAPURA, - Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Siak Irving Kahar menjelaskan, pemeliharaan lampu Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang dianggarkan di APBD Siak tahun 2016 mencapai Rp1,43 miliar sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahkan, sejumlah perusahaan yang sudah memasukan nilai penawaran melalui Unit Layanan Pelelangan (ULP) angka yang ditetapkan tidak jauh dari nilai pagu anggaran yang ditetapkan tersebut.
"Mungkin judul pekerjaan yang tertera di LPSE Siak hanya menyebutkan pemeliharaan lampu Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, sehingga mengakibatkan salah persepsi. Dengan nilai yang cukup besar, namun pekerjaan hanya pemeliharaan lampu yang rasanya mudah dan sederhana saja, sehingga muncul persepsi tidak sesuai dengan nilai pekerjaan," jelas Irving melalui Kabid Bina Marga Ardi Irfandi kepada GoRiau.com, Rabu (27/4/2016).
Dijelaskannya, pekerjaan elektrikal itu meliputi pemasangan instalasi penerangan, instalasi sistem, lengkap dengan accessories terpasang. Pada item pekerjaan pemeliharaan lampu Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah meliputi penggantian mainline kabel lampu yang kondisi existing sekarang banyak dilakukan penyambungan diakibatkan pencurian kabel.
"Adapun kabel yang akan diganti, diantaranya kabel NANFGBY 4X50 mm sepanjang 460 meter, kabel NYY 3X2,5 mm sepanjang 850 meter, kabel NYY 4X6 mm sepanjang 900 meter dan kabel leader dari rumah genset ke atas jembatan. Pengadaan dan instalasi ini saja sudah akan memakan biaya lebih dari Rp500 juta," kata Ardi.
Kemudian, penggantian dan penambahan lampu sorot LED 250 watt sebanyak 32 unit, LED 150 watt di pylon sebanyak 24 unit, LED 150 watt di cable stay 88 unit dan penggantian bola lampu LED dana krilik, fitting lampu trotoar sebanyak 126 unit.
"Untuk pekerjaan instalasi lampu sorot akan dilakukan pada ketinggian, untuk itu digunakan scaffolding yang cukup banyak mengingat tinggi pylon jembatan mencapai 65 meter yang setara dengan ketinggian gedung 14 lantai. Ditambah pajak yang berlaku sesuai dengan pekerjaan konstruksi di Indonesia, makan akan didapat angka sesuai HPS yang telah dibuat," paparnya.
Seperti diberitakan GoRiau.com, pemeliharaan lampu Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang menjadi kebangaan masyarakat Kabupaten Siak dianggarkan di APBD tahun 2016, mencapai Rp1,43 miliar. Angka yang cukup fantastis ini diperkirakan sama nilainya dengan satu rumah mewah di Kota Pekanbaru.
Kepala Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kabupaten Siak Said Abidin mengatakan, dari 70 paket proyek fisik yang masuk ke ULP, baru 21 paket yang selesai dilelang. Sisanya, 49 paket masih dalam proses penawaran, termasuk pemeliharaan lampu Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono tahun 2007 lalu.
"Kalau tugas kita kan melakukan pelelangan saja, terkait nilai lelang, itu menjadi kewenangan masing-masing dinas," kata Said.(***)