
BENGKALIS, GORIAU.COM - Pembangunan pelabuhan feri penyeberangan roro di Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis tahun ini terpaksa ditunda atau dipending. Pasalnya, izin kajian analisa mengenai dampak lingkungan yang belum ada.
Awalnya Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis, H Ja’afar Arif berencana untuk menyerahkan dokumen pelelangan umum kegiatan fisik tahap awal berupa pematangan lahan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis. Ternyata sampai saat ini Amdal untuk perluasan pelabuhan kapal angkutan kendaraan antar pulau tersebut belum ada sama sekali, sehingga Dishubkominfo harus terlebih dahulu menyelesaikannya.
Kadishubkominfo Bengkalis, H Ja’afar Arif membenarkan perluasan pelabuhan roro Air Putih belum memiliki Amdal , Senin (28/10). Dengan belum adanya amdal, pelaksanaan fisik di lapangan juga harus mengalami penundaan, setidaknya sampai tahun 2014 mendatang setelah kajian amdal selesai yang pembuatannya juga dilakukan melalui proses pelelangan.
''Benar, amdal untuk pelabuhan roro Air Putih belum ada. Tapi hal tersebut tidak ada masalah, karena tahun ini juga kita akan coba selesaikan masalah Amdal tersebut sehingga tahun 2014 pelaksanaan kegiatan fisik sudah dapat dilaksanakan. Karena dokumen perencanaan serta dokumen pelelangan pelabuhan roro Air Putih itu sudah selesai,'' papar Ja’afar.
Dikemukakan mantan Plt Kepala BPBD-Damkar ini, begitu kajian Amdal selesai, begitu APBD tahun 2014 disahkan DPRD, pihaknya bertekat akan langsung tancap gas menyerahkan dokumen pelelangan ke ULP. Ia berharap, setidaknya pada bulan maret atau April tahun depan, kegiatan fisik di daratan berupa pematangan lahan sudah dapat dilelang.
Jika memang memungkinkan pada tahun 2014 pekerjaan fisik bisa rampung akan lebih bagus, tentunya pelelangan dilakukan diawal-awal tahun. Setidaknya pada tahun 2015 mendatang perluasan pelabuhan roro Air Putih baik di darat maupun di laut untuk pembangunan dermaga sudah tuntas dilaksanakan.
''Kita memang menggesa perluasan pelabuhan roro Air Putih tersebut. Sebab, dermaga pelabuhan yanga da sekarang sudah berumur lebih 20 tahun, apalagi sering terjadi kerusakan pada beberapa bahagian vital. Kondisi itu ditambah lagi dengan arus kendaraan yang keluar masuk pulau Bengkalis meningkat tajam,'' tutup Ja’afar.jfk