PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Kabupaten Pelalawan merupakan salah daerah di Provinsi Riau yang rawan akan bencana alam. Semisal banjir yang terjadi nyaris setiap musim hujan, bahkan hingga bencana buatan manusia yakni berupa kebakaran lahan hingga menimbulkan polusi udara.

Untuk itu pula, mulai Rabu (28/8/2013)dan rencana hingga Jum'at (30/8/2013), Tagana Kabupaten Pelalawan menggelar pelatihan manajemen Penanggulangan Bencana yang diikutioleh 80 anggota tim penanggulangan bencana di daerah ini.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim mengatakan, bahwa peserta pelatihan penanggulangan merupakan tim yang siap bergerak dalam kondisi dan situasi apapun jika dibutuhkan.

"Selayaknya kegiatan pelatihan ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan tentang langkah-langkah penanganan bencana alam," terang Wabup Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, saat membacakan sambutan di acara tersebut di Auditorium Lantai 3 kantor Bupati Pelalawan, Rabu (28/8/2013).

Marwan mengatakan, bahwa pelatihan manajemen penanggulangan bencana ini penting dilakukan mengingat selama ini di Kabupaten Pelalawan sering kali terjadi bencana. Apalagi di beberapa wilayah di daerah ini sangat rawan bencana.

"Terutama bencana banjir yang kerap terjadi di kawasan sepanjang aliran Sungai Kampar," katanya. Karena itu, sambungnya, sebelum bencana datang terlebih dahulu disiapkan manajemen dan langkah yang harus diambil saat bencana datang. Sehingga dengan begitu, masyarakat bisa meminimalisir risiko bencana.

"Kami sangat bangga, untuk itu patut kita apresiasi. Pada saat terjadinya bencana banjir beberapawaktu lalu, Tagana menjadi ujung tombak dalam penanganan bencana alam yang terjadi," tandasnya.Untuk itu, lanjutnya, dirinya meminta ke depannya, Tagana Pelalawan bisa masuk sebagai tim gabungandalam penanggulangan asap yang terjadi di Riau, terutama untuk di Kabupaten Pelalawan.

Sementara itu, Ketua Forum Tagana Pelalawan, Ardianto, mengatakan bahwa target dari kegiatan tersebut adalah untuk membentuk anggota Tagana yang siap pakai dan berkualitas.

"Kami persiapkan para anggota Tagana di Kecamatan agar bisa berkomunikasi dengan yang ada di kabupaten supaya mudah dalam berkoordinasi, terutama pada saat penanggulangan bencana," katanya.

Selain bentuk kegiatan pelatihan, masih kata Ardianto, Tagana Pelalawan juga akan mencanangkan penanaman 1000 pohon. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menggelar pelatihan penanggulangan bencanasecara terus menerus sehingga menjadi kegiatan rutin. "Jika pengetahuan penanggulangan bencana minim, maka diperkirakan korban akan banyak berjatuhan padasaat bencana alam datang," katanya.

Ditambahkannya, dalam pelatihan ini materi yang akan disampaikan diantaranya, prinsip dasar manajemen penanggulangan bencana dalam proses mitigasi bencana, kebijakan umum dan strategi penanggulangan bencana, peranan komunikasi dalam penanggulangan bencana.

"Selanjutnya, prosedur pemenuhan kebutuhan logistik dan penyerahan bantuan sosial bagi korban bencana, dan manajemen SAR dalam menyelamatkan dan evakuasi korban bencana," ringkasnya.(ilm)