BENGKALIS, GORIAU.COM - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Bengkalis akan memprioritaskan kegiatan eliminasi terhadap anjing liar, pada tahap pertama ini di Kecamatan Bantan. Langkah tersebut dilakukan menyusul sudah adanya kasus gigitan anjing terhadap dua warga setempat beberapa hari lalu.

''Saya baru saja menjenguk warga yang menjadi korban gigitan anjing. Ada dua orang, tapi yang satu orang lagi dibawa ke Malaysia untuk pengobatan lebih lanjut karena di RSUD Bengkalis tidak ada serum anti rabies,'' ujar Kepala Distanak Bengkalis melalui Kasi Kesehatan Hewan, Muhammad Bero kepada wartawan, Kamis (1/5/2014).

Kedua korban tersebut adalah Habib (7) dan Gimon (48). Habib dibawa ke Malaysia sementara Gimon sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bantan. Kondisi luka gigitan anjing yang dialami Gimon memang membengkak. Namun apakah gigitan tersebut mengandung virus rabies atau tidak, dirinya tidak bisa memastikan.

''Kita tidak bisa memastikan karena anjing yang menggigit sudah dibunuh sehingga tidak bisa mendapatkan sampel untuk diuji di laboratorium,'' kata Bero.

Menurut Bero, standar operasional prosedur (SOP) untuk kasus-kasus gigitan anjing memang harus mendapatkan serum anti rabies. Terlepas apakah anjing yang melakukan gigitan membawa virus rabies atau tidak. ''Harapan kita mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan korban gigitan anjing ini,'' kata Bero seraya menambahkan kalau kasus tersebut merupakan kasus pertama di tahun 2014.

Saat ditanya kapan kegiatan eliminasi akan dilakukan, Bero mengatakan akan dimulai pada minggu kedua bulan Mei. Prioritas pertama akan dilakukan di Kecamatan Bantan, kemudian Bengkalis dan selanjutnya keluar Bengkalis. "Jadwalnya akan kita susun dulu, yang pasti Bantan akan jadi prioritas," ujar Bero.

Peristiwa gigitan anjing berawal ketika ketika salah seorang korban Habib, pulang dari sekolah. Bersama dengan Habib, juga ada seorang anak suku asli warga setempat. Siswa kelas 1 SD tanpa curiga apapun santai berjalan menuju rumahnya. Namun tanpa disangka, tiba-tiba datang seekor anjing dan langsung menggigit Habib. Untung datang seorang warga bernama Gimon (48) dan berupaya melepaskan gigitan anjing. Upaya Gimon itu berhasil, anjing melepaskan gigitannya dari Habib. Namun demikian bocah tersebut sudah terlanjur mendapat gigitan cukup parah. Bahu kanannya robek cukup dalam.

Tidak selesai sampai di situ, ternyata anjing berbalik menyerang Gimon. Walau akhirnya berhasil melakukan perlawanan, tak ayal paha Gimon berhasil juga digigit oleh anjing tersebut. Gimon yang lukanya cukup parah hanya berobat ke Puskesmas terdekat. Karena merasa percuma ke RSUD toh tak akan mendapat obat juga seperti yang dialami Habib.(jfk)