PEKANBARU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Riau mengungkapkan saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan menjelang Pemilu 2024 mendatang.

Ketua Bidang Pencalegan Komite Pemenangan Pemilu Wilayah Daerah (KPPW) PAN Riau, Ronald Akhyar, mengatakan, sejak dibukanya pencalegan dini pada awal tahun 2022, PAN terus memonitor dinamika politik di lapangan.

Pihaknya, jelas Ronald, sudah menghimpun berbagai informasi tentang gambaran politik di Pemilu Legislatif 2024, dan ini menjadi dasar KPPW menentukan apakah Dapil tersebut potensial atau tidak.

Riau sendiri, terangnya, jika merunut pada Pemilu 2019, terdiri dari 8 Dapil. Dari 8 Dapil itu, Dapil Rokan Hilir menjadi satu-satunya Dapil yang tak diisi oleh PAN. Tentunya ini akan menjadi perhatian bagi KPPW.

Makanya, program pencalegan dini ini diyakini bisa membuat partai lebih siap untuk menghadapi Pemilu. Baik yang di daerah potensial maupun non potensial.

"Pencalegan dini ini diharapkan bisa menjadi magnet para tokoh untuk maju di Pemilu melalui perahu PAN," tuturnya.

Disamping menggiatkan pencalegan dini, sambungnya, partai juga tengah memperkuat infrastruktur politik agar kerja-kerja politik bisa lebih tertata rapi hingga 14 Februari 2024.

Lebih jauh, dia menegaskan, pihaknya menargetkan PAN bisa memperoleh kursi 'dua digit'. Dengan jumlah kursi 7 sekarang, Ronald menyebut target tersebut sangat realistis.

"Di Bengkalis, Dumai dan Meranti, itu kan sebelumnya dua kursi di Pemilu 2014, sekarang satu kursi di 2019. Kita yakin Pemilu 2024 bisa naik lagi dua kursi, karena kader kita Wakil Bupati disana," katanya.

"Kemudian di Dapil Siak Pelalawan, Bupati Siak kan ketua kita, jadi kita targetkan disana ada dua kursi. Di Pekanbaru kita juga punya banyak kader potensial, ditargetkan dua kursi juga. Jadi, bagi kita target kita tak muluk-muluk lah," tutupnya.***