PEKANBARU, GORIAU.COM - Agustino (24) seorang operator alat berat eskavator yang bekerja di area PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dikabarkan disekap dan nyaris ditembak oleh para pelaku perampokan yang membawa kabur seperangkat komputer alat berat itu.

Aparat Kepolisian Resor Kampar, Riau, masih memburu kawanan perampok itu. "Kejadiannya berlangsung pada akhir pekan lalu, ketika korban tengah beristirahat di area atau lokasi kerjanya di areal PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) malam hari. Pelaku yang berjumlah lebih dari tiga orang itu berhasil menggondol panel komputer senilai puluhan juta rupiah," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisars Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru lewat pesan elektornik yang diterima Kamis (1/5/2014).Informasi kepolisian menyebutkan, korban merupakan operator alat berat yang bekerja di PT HCL Sei Tesso, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar (rekanan RAPP). "Pelaku sejauh ini masih dalam lidik. Keterangan saksi-saksi telah dikumpulkan untuk memburu pelaku," katanya.Kronologis kejadian menurut laporan korban di kepolisia, ketika itu sekira pkl 20.30 WIB di areal PT RAPP Tesso Barat Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, korban sedang mengambil kayu milik perusahaan industri kertas dan bubur kertas itu dengan menggunakan satu unit alat berat eskapator.Kemudian dikarenakan hujan, korban beristirahat dan mematikan mesin alat berat tersebut, namun tiba-tiba ada dua orang pelaku naik keatas ruang kemudi dan langsung membuka pintu ruang kemudi yang tidak dikunci."Pelaku yang memakai penutup wajah langsung memukul wajah pelapor sebanyak tiga kali sambil menodongkan yg diduga senjata api laras pendek kearah wajah pelapor dan mendorong pelapor hingga terjatuh ke bawah," katanya. Pelapor kata Guntur juga melihat pelaku yang lain sedang membongkar panel dan komputer alat berat, sementara pelaku yang lain menutup dan mengikat mulut pelapor dengan menggunakan kain, kemudian pelaku yang berjumlah sekitar sepuluh orang berhasil mengambil panel dan komputer alat berat eskapator. Sekira pukul 22.30 WIB, kata dia, baru datang dua orang pengawas kontraktor PT HCL yakni Adi dan Nul sambil membawa makan malam dan menolong pelapor. "Kedua rekan korban ini juga telah dimintai keterangannya," kata dia.Sebelumnya, kepolisian mendapatkan infomasi bahwa opertor alat berat lainnya yang juga bekerja di perusahaan yang sama sempat mengalami kejadian serupa. Atas kejadian tersebut, kata dia, pihak perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta. (fzr/ant)