BENGKALIS, GORIAU.COM - Kejadian gigitan anjing gila yang menimpa 3 orang warga Papal, Kecamatan Bantan, masyarakat di daerah itu kini dilanda kekhawatiran mereka akan mengalami hal yang sama.Mengingat saat ini masih banyak anjing berkeliaran di daerah itu yang menunjukkan gejala anjing gila.

BENGKALIS, GORIAU.COM - Terkait kejadian gigitan anjing gila yang menimpa tga Sebagaimana diungkapkan tokoh masyarakat Bantan Abu Samah Rabu (30/4/2014), bahwa ketakutan warga akan digigit anjing sebagaimana yang dialami Habib dan Gimon cukup beralasan. Karena anjing yang berkeliaran di daerah itu tindak tanduknya persis seperti anjing yang menggigit Habib dan Gimon.

"Anjing yang menggigit Habib dan Gimon memang sudah berhasil dibunuh warga, namun sekarang sejumlah anjing yang berkeliaran menunjukkan gejala ganas, yang membuat warga ketakutan. Istri Gimon sendiri Rabu (30/4) juga nyaris digigit anjing saat hendak membangkit  gumbang dari laut menggantikan suaminya yang tak bisa kelaut pasca digigit anjing," ujar Abu Samah.

Karena itu ia minta dinas terkait melakukan tindakan agar warga terbebas dari ancaman gigitan anjing gila."Kejadian seperti ini tak sekali ini saja terjadi. Tahun lalu empat warga juga didigit anjing gila. Salah satunya keluarga saya. Namun bisa dirawat di RSUD Bengkalis,"ucap Abu Samah.

Terpisah Kepala Dinas Peternian dan Peternakan Bengkalis, H Arianto melalui Kasie Penanggulangan Hewan Muh Bero mengaku sudah mendapat laporan terkait warga digigit anjing gila ini.

Menurut Bero, Kamis (1/5/2014) pihaknya akan turun ke lapangan melihat korban sekaligus akan melakukan upaya-upaya pencegahan kasus serupa terulang.

 

''Kita baru mendapat laporan dari UPTD Distanak setempat bahwa ada warga yang digigit anjing. Besok (Kamis-red) kita akan ke lapangan menjenguk korban,'' ungkapnya.

Menyinggung kemungkinan akan tertulas rabies, Bero belum dapat memastikan. Karena anjing itu sendiri sudah mati dibunuh warga. "Kalau ada sampel kepala anjing itu, kita dapat lakukan pemeriksaan untuk mengerahui rabies ataunya,"ulasnya lagi.Terkait upaya Distanak mencegah warga digigit anjing, Distanak katanya tetap lakukan eliminasi anjing yang memang sudah diprogramkan hingga ke desa-desa.

''Eliminasi anjing selama ini mang kita fokuskan di Mandau dan Pinggir karena dua kecamatan itu banyak anjing liar yang berkeliaran. Namun  juga akan ada prioritas eliminasi pada suatu daerah yang sudah ada kasus gigitan seperti di Bantan itu,'' ujarnya.(jfk)