BENGKALIS, GORIAU.COM - Memanasnya suhu politik di Bengkalis membuat semua orang terkesima. Negeri yang selama ini damai, tiba-tiba saja bergejolak. Kondisi ini membuat prihatin seluruh pihak dan tokoh Bengkalis. Seperti yang diungkapkan mantan Wakil Bupati Bengkalis, H Normasyah Abdul Wahab. Dia meminta persoalan ini harus diselesaikan dengan baik dengan cara membangun komunikasi dengan masyarakat.

''Bukan untuk bermaksud mencampuri urusan pemerintahan, saya hanya mengimbau agar semua persoalan diselesaikan dengan jalan terbaik. Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, terlebih persoalan tersebut terjadi antara masyarakat dengan pemimpin ,'' jelas mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bengkalis ini kepada wartawan, Kamis (27/9/2012).

Dirinya juga yakin dengan kearifan pemimpin, persoalan yang terjadi saat ini di Bengkalis akan terselesaikan dengan baik. ''Datangi masyarakat, gelar dialog dan bangun komunikasi. Sampaikan jika memang masih ada kelemahan, dan teruskan atau pertahankan program jika dirasa tepat dan baik untuk kepentingan masyarakat,'' urai Norman.

Terkait informasi akan adanya demo tandingan atau dukungan dari kelompok lain, kata Norman, jika memang isu yang berhembus itu benar, dirinya berharap cara-cara semacam itu tidak dilakukan. Menyelesaikan persoalan dengan menggunakan tangan orang lain sangat rentan terjadinya gesekan, apalagi persoalan yang terjadi antara pemimpin dengan rakyatnya.

''Jangan biarkan ruang gesekan itu terjadi, pemimpin atau Bupati bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri, tidak mesti melibatkan pihak-pihak lain. Jangan gunakan tangan-tangan Camat, Kepala Desa atau siapa saja, karena hal semacam itu hanya akan menimbulkan gesekan baru,''jelasnya.

Dikatakan, kritik, cemoohan dan bahkan aksi unjuk rasa besar-besar lumrah terjadi dan menimpa seorang pemimpin, termasuk kepada dirinya saat menjawab Wakil Bupati Bengkalis. Untungnya, kata Norman, persoalan atau aksi yang dilakukan sekelompok masyarakat tersebut tidak berkepanjangan karena saat itu pemerintah langsung melakukan dialog dan komunikasi aktif dengan masyarakat.(jfk)