
BENGKALIS, GORIAU.COM - DPRD Bengkalis memutuskan untuk memberi waktu kepada Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Wakil Bupati Suayatno menjawab semua persoalan yang dipertanyakan sesuai hak interpelasi yang digunakan DPRD Bengkalis, Rabu (26/9/2012) yang mempertanyakan kepemimpinan keduanya. Jika dalam waktu 30 hari tak juga dijawab, maka DPRD Bengkalis akan mengeluarkan hak angket.
''Kan sudah ada kesepakatan tentang Bupati dan Wakil Bupati dan itu sudah diatur dalam tata tertib. Jadi usulan hak interpelasi itu berlaku selama 30 hari. Kita berikan kesempatan kepada Bupati Bengkalis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pengusul. Jika dalam waktu 30 hari tidak ada jawabn dari Bupati, maka selanjutnya dewan akan menggunakan hak angket,'' papar Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Jamal Abdillah menjawab wartawan di Bengkalis, Riau, Kamis (27/9/2012).
Jika sebelum 30 hari, Bupati sudah menyampaikan jawaban, maka jawaban Bupati tersbeut akan dibahas masing-masing fraksi. ''Ya kita tengok nanti, apa tanggapan yang akan disampaikan oleh masing-masing fraksi, apakah mereka menerima atau tidak. Kalau saja sebagian besar fraksi tidak puas, tentu ada tahapan selanjutnya,'' tambahnya.
Menjawab rencana adanya aksi demo tandingan yang akan dilakukan oleh massa pendukung Bupati, sebagai pimpinan DPRD, dirinya tidak bisa menghalangi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Hanya saja aspirasi itu hendaknya disampaikan dengan baik dan benar serta tidak memaksakan kehendak.
Sementara itu Forum Badan Perwakilan Desa (BPD) se-Kabupaten Bengkalis berdasarkan surat yang masuk Sekretariat Dewan, akan menyampaikan aspirasi ke DPRD, Selasa (2/10/2012) mendatang. Kedatangan Forum BPD ini masih terkait dengan aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan masyarakat pada Senin hingga Rabu lalu.
Sesalkan Ricuh
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Jamal Abdillah juga menyesalkan aksi demo yang mendesak Bupati dan Wakil Bupati mundur di depan gedung dewan yang berakhir ricuh, Rabu (26/9) sore. Padahal sebelum dirinya naik ke atas mobil pick up di tengah-tengah massa untuk menyampaikan hasil kesepakatan, para koordinator massa sudah menjamin keamanan dirinya.
''Saya sesalkan aksi anarkis saat demo yang terjadi sore kemarin. Padahal sebelum saya naik ke mobil pick up, saya sudah tanyakan kepada beberapa koordinator pendemo bagaimana keamanannya. Mereka katakan tidak akan terjadi apa-apa dan mereka menjamin itu. Nyatanya aksi pelemparan dan pemukulan tetap terjadi,'' jelas Jamal.
Namun dirinya bersyukur keributan yang sempat terjadi tidak menjalar dan menjadi keributan lebih besar. Semuanya tidak terlepas dari kesigapan aparat keamanan yang bertugas di lapangan dan sebagian besar massa pendemo tidak terpancing dengan aksi pelemparan air mineral, telur dan batu tersebut.
''Saya bersyukur kejadiannya cepat diantisipasi sehingga tidak membesar,'' ujarnya mengakhiri. (jfk)