
JAKARTA - Pasca video pengakuannya jadi 'Joki Vaksin' viral di media sosial, Abdul Rahim langsung diamankan kepolisian dan selanjutnyafilakukan pemeriksaan. Pihak kepolisian juga melibatkan Dinas Kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sendiri akan menyelidiki pengakuan joki vaksinasi COVID-19 ini dengan mengambil sampe darah dan urineĀ joki vaksin berusia 49 tahun tersebut.
"Tadi kami bersama Kabid P2P Dinkes Sulsel ke Polres Pinrang dan mengambil sampel darah dan urine dari Abdul Rahim," kata Kadinkes Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi, saat dikonfirmasiĀ detikcom, Selasa (21/12/2021).
Dyah menyebut sampel darah dan urine berguna untuk menelusuri benar-tidaknya Abdul Rahim disuntik vaksin Corona sebanyak 17 kali. Namun, Dyah tidak menjelaskan rinci cara membuktikannya.
"Ini kami lakukan untuk mengetahui kebenaran pengakuan yang bersangkutan dan menelusuri efek yang ditimbulkan," sebutnya.
"Hasilnya akan kami sampaikan dalam beberapa hari ke depan," imbuh Dyah.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi, mengatakan, selain melibatkan Dinkes, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terkait kondisi mental Abdul Rahim.
Rencananya, kepolisian akan mendatangkan psikiater guna mengetahui kondisi mental joki vaksin tersebut.
"Selain pengambilan sampel darah dan urine, Dinkes Provinsi dan Dinkes Pinrang juga akan berkolaborasi mendatangkan psikiater untuk Rahim, ini bentuk sinergitas kami terhadap instansi yang berkompeten," ungkap Deki.
Terpisah, Abdul Rahim pernah disuntik dua jenis vaksin, yakni Sinovac dan Astrazeneca. Dia mengaku tidak merasakan efek berat setelah divaksin.
"Hanya kadang saya merasa pusing dan pengelihatan gelap. Tapi setelah saya duduk dan menghela nafas, gejalanya berkurang dan hilang, tidurnya enak," sebutnya.
Seperti diketahui, Abdul Rahim awalnya mengaku 16 kali disuntik vaksin COVID-19. Dia mengaku lupa dan baru ingat sudah disuntik vaksin 17 kali.
"Awalnya saat dipanggil saya bilang 16, ternyata pas saya ingat lagi, ada yang lupa ternyata sudah 17 kali, 15 kali suntik dosis pertama dan 2 kali suntik dosis kedua," kata Rahim saat ditemui di ruangan Unit Tipiter Satreskrim Polres Pinrang, Selasa (21/12). ***