DUMAI, GORIAU.COM - Unjuk rasa puluhan wartawan di Kota Dumai terkait pelecehan terhadap salah seorang petugas BC Dumai yang menyebutkan wartawan harian Riau Hari ini, Muhammad Riduan alias Iwan Ceper, saat sedang melakukan pengambilan gambar di Pelabuhan Pelindo Dumai adalah maling berujung tanpa kesepakatan.

Atas dasar penghinaan tersebut puluhan wartawan menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar pelaku pelecehan terhadap wartawan dipecat dan KPPBC Dumai diminta untuk meminta maaf secara umum diseluruh media. Namun KPPBC tetap enggan menghadirkan pelaku untuk meminta maaf kepada wartawan secara langsung.Korlip dalam aksi unjuk rasa puluhan wartawan, Vernando Siahaan kepada GoRiau.com Senin (28/10/2013) menyebutkan aksi tersebut menemukan jalan buntuk, dimana pihak KPPBC tidak memenuhi satupun tuntutan yang diajukan."Kita akan menempuh jalur DPRD Dumai, dalam kurun waktu mendatang kita akan agendakan untuk mendesak ketua DPRD memanggil KPPBC dan memediasi untuk penyelesaian permasalahan ini,” ujarnya.Unjuk rasa yang berlangsung selama 7 jam sempat mendapat respon dari kepala Bea dan Cukai Dwijo yang bernegosiasi untuk penyelesaian masalah antara wartawan dan instansinya. Namun, sempat pihak KPPBC dua kali meminta ketangguhan waktu untuk melaksanakan rapat internal untuk menyelesaikan masalah tersebut.Dari pantauan Goriau.com dilokasi kejadian sebelum membubarkan diri, para wartawan yang berunjuk rasa sekapat untuk kembali menempuh jalur lain jika mendesak maka jalur hukum pun akan ditempuh.“banyak jalan menuju Roma, jadi jika kepala KPPBC Dumai enggan menghadirkan pelaku dan memenuhi tuntutan kita maka kita akan terus berupaya agar masalah ini dapat selesai sehingga tidak ada lagi korban pelecehan terhadap wartawan dikemudian hari,” sebut Vernando yang merupakan wartawan Harian Vokal.(egy)