SELATPANJANG - Mulia sungguh niat Nazri (18) pemuda asal Desa Pelantai Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, Riau. Ia berniat ingin menaik haji kan kedua orang tuanya.

Namun, anak ke 6 dari 7 bersaudara ini bingung mau bagaimana caranya. Sementara Ia dan orang tuanya sendiri hidup sangat sederhana. Tentu doa tak lupa Ia panjatkan agar diberi jalan oleh Allah SWT.

Sepertinya doa dari Nazri mulai didengarkan oleh Sang Pencipta. Nazri mendapat kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, setelah Ia lulus dan memperoleh beasiswa dari PT RAPP.

Dalam bincang-bincangnya dengan GoRiau beberapa waktu lalu, Nazri mengatakan punya cita-cita untuk menjadi Direktur Perusahaan. Uang hasil jerih payahnya itu akan digunakan untuk ongkos naik haji ayah dan ibunya.

"Saya punya niat untuk menghajikan orang tua dengan hasil keringat saya sendiri bang," ujar Nazri waktu itu.

Sewaktu di kampung, Nazri mengaku memiliki peluang melanjutkan pendidikan itu sangat kecil. Pasalnya, kehidupan orang tua Nazri bukanlah orang mampu. Orang tuanya hanya buruh menggolek tual sagu dan mencari ikan.

Nazri mengaku sangat ingat dengan pernyataan orang tua nya yang memang waktu itu terdengar sangat menyedihkan. Dimana, orang tua Nazri dengan lirih mengaku tidak mampu mengantarkan sampai ke bangku perkuliahan.

"Mungkin ayah dan mak tak sanggup nguliahkan dikau, kerjaan ayah seperti inilah, mencari ikan," kata Nazri menirukan bahasa orang tuanya saat itu.

Mendengar pernyataan orang tua, Nazri langsung masuk kamar karena tak ingin orang tuanya melihat kesedihan yang Ia rasa. Sejak itu pula, Nazri tak henti-hentinya berdoa agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Saat ke sekolah SMA 1 Belitung (tempat Ia menuntut Ilmu), Ia kembali ditanya oleh guru-gurunya. Menurutnya, Ia merupakan salah satu siswa yang sering mendapat juara di kelas. Sehingga sebagian besar guru menginginkan Ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dalam rasa galau dan terus berdoa itu, Nazri mendapat kabar adanya peluang memperoleh beasiswa dari perusahaan HTI (PT RAPP) yang beroperasi di Pulaupadang. Ia pun dengan semangat juang tinggi mencari tahu tentang tata cara memperoleh beasiswa itu.

Singkat cerita, Ia lulus persyaratan untuk mengikuti program beasiswa ini. Setelah menjalani beberapa kali tes, Nazri langsung dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan ke Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung.

"Alhamdulillah saya lulus dan berhasil memperoleh beasiswa itu bang," ujar Nazri.

"Waktu ikut tes itu kami ramai bang, tapi saya tetap gigih belajar dan tak lupa salat tahajud. Setelah pengumuman sore hari, seperti mimpi nama saya ada diantara yang lulus," tambahnya sambil gembira.

Kesempatan belajar ini tak akan disia-siakannya. Ia bertekad akan mengumpulkan uang setelah ditarik bekerja oleh PT RAPP (usai kuliah nanti, red) untuk mewujudkan cita-cita menghajikan orang tuanya itu.

"Semoga dengan beasiswa PT RAPP ini saya bisa mewujudkan cita-cita untuk menghajikan orang tua," harap Nazri lagi. ***