PEKANBARU - Provinsi Riau dinilai memiliki banyak sektor unggulan yang dapat digenjot guna pemenuhan kemakmuran rakyatnya. Namun jika tidak dikelola dengan baik, segalanya tidak akan menjadi jaminan hingga 30 tahun mendatang.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI, MS Kaban dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Riau, Sabtu (26/3/2016) di Alpha Hotel Pekanbaru.

"Riau ini kaya, punya tambang, perkebunan, hutan lindung, migas nya banyak, namun jika tidak dikelola dan diawasi takkan menjamin kemakmuran rakyatnya. Pikirkan kesejahteraan Rakyat Riau 30 tahun mendatang, KAHMI harus ikut serta dalam hal ini," tuturnya.

Ia mengkhawatirkan, jika kelak 80 persen potensi Riau tidak dipegang oleh pribumi dan justru dikelola oleh orang asing. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau harus meningkatkan sumber daya manusia dalam segi pendidikan dan skill. Sebagai percontohan, MS Kaban mengulas Negara Finlandia yang pendapatan rakyatnya rata-rata USD 43 per kapita, padahal sumber daya alamnya terbatas. Namun berkat SDM yang bagus dan pengelolaan yang baik, hasilnya dapat merata dirasakan seluruh rakyatnya.

"Di Finlandia itu semuanya gratis, pendidikan SD sampai S3 itu digratiskan. Apalagi masalah kesehatan, sakit apa aja gratis pengobatannya. Kita jangan kalah dengan Finlandia. Mau seperti apa masa depan Riau nantinya, semua ada ditangan kita," ulasnya lagi.

Menurutnya, batu sandungan kelangsungan pembangunan di Riau saat ini adalah perkara Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang tak kunjung selesai.

"Indonesia sudah 70 tahun merdeka, tapi RTRW Riau kok belum tuntas juga. Ini jadi PR KAHMI juga untuk ikut mendesak pemerintah pusat. Kalau RTRW Riau tuntas, saya yakin tidak ada masalah lagi," paparnya. ***