PAKNING, GORIAU.COM - Saat dilakukan pengetesan Jeety milik PT Pertamina Refinary Unit (RU) II Sungai Pakning yang baru dibangun. Pada hari Senin (4/5/2015) sekitar pukul 15.45 WIB, ternyata pipa yang sudah lama tidak digunakan masih ada minyak didalamnya. Sehingga minyak ringan dan berat itu tercecer ke laut.

"Kita kemarin itu melakukan pengetesan Jeety yang baru saja dibangun, ternyata didalam pinpanya masih ada sisa minyak," ungkap Manager Production PT Pertamina RU II Sungai Pakning, Permono Avianto saat dikonfirmasi melalui Section Head General Affair, Dasma Sinaga, Selasa (5/5/2015).

Melihat kejadian itu dengan sigap dan cepat, pekerja yang berada di Marine PT Pertamina RU II Sungai Pakning, langsung menghentikan aliran minyak di pipa itu.

"Begitu minyak tercecer, langsung kita stop. Karena minyak yang tercecer bersifat ringan dan berat, langsung kita kepung dengan oil bom dan kita sedot," kata Dasma.

Oil bom itu berupa pelampung, yang fungsinya agar minyak yang tercecer tidak menyebar luas.

"Minyak yang sempat lolos dari oil bom kita semprotkan oil dispersant ke minyak. Agar minyaknya tidak menyebar dan berbentuk gumpalan. Setelah menggumpal kita sedot juga," ulas Dasma.

Sekitar pukul 19.00 WIB PT Pertamina RU II Sungai Pakning menyatakan, minyak yang tercecer sudah tidak ada lagi. Kondisi di Jeety PT Pertamina RU II Sungai Pakning pun normal kembali.(ric)