PEKANBARU – Di tengah tahun politik yang penuh dinamika, WALHI Riau menggelar diskusi dan buka bersama dengan tema "Keadilan Ekologis di Tahun Politik" di Kantor Walhi Riau, hari ini. Acara ini dihadiri oleh Susanto Kurniawan dari Dewan Nasional Walhi, Jay Jasmi dari Dewan Daerah Walhi Riau, Riko Kurniawan, Direktur Paradigma, serta tokoh masyarakat Riau, Azlaini Agus. Diskusi ini membahas tentang urgensi politik hijau sebagai agenda utama para calon yang berkontestasi dalam pemilu mendatang.

Susanto Kurniawan menegaskan bahwa Walhi akan mendorong pemerintah untuk memprioritaskan lima agenda, termasuk memulihkan krisis ekologi dan mengatasi bencana ekologis. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik, terutama dalam krisis ekologis. "Walhi mendorong Politik Hijau harus menjadi prioritas bagi calon legislatif dan eksekutif kita selanjutnya," ujarnya.

Sementara itu Jay Jasmi menambahkan bahwa ada urgensi mendorong politik hijau di Riau, terutama dalam mengatasi krisis iklim, banjir, dan asap.

"Politik hijau adalah agenda utama untuk penyelesaian krisis ekologis di Riau. Negara harus memastikan politik hijau menjadi agenda penting, yang bermakna agar pemahaman ideologi lingkungan dari dasar tersosialisasi dan dapat diterapkan masyarakat," kata Jasmi.

Riko Kurniawan, Direktur Paradigma, mengingatkan pentingnya kesadaran generasi muda dalam perjuangan keselamatan lingkungan.

"Partai politik masih menawarkan ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan banyak lagi, tidak banyak yang mencantumkan platform lingkungan hidup sebagai salah satu prioritas apalagi prioritas utama. Banyak aktor politik yang tidak melihat pentingnya persoalan lingkungan hidup di negeri ini," ungkap Kurniawan.

Sementara itu, Azlaini Agus, tokoh masyarakat Riau, menekankan bahwa generasi muda harus memiliki tanggung jawab, disiplin, dan kejujuran dalam memilih pemimpin yang pro lingkungan. "Tahun 2024 adalah agenda politik terbesar, jika anak muda sudah kehilangan itu, mereka juga bisa jadi pemain dalam hal itu," kata Azlaini. ***