PEKANBARU, GORIAU.COM - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengusulkan agar dilakukan pemberian subsidi bunga bagi kredit untuk petani. Langkah ini dinilai dapat meringankan beban petani, dan membuat petani lebih bergairah untuk berproduksi.

Hal itu dikemukakan Hidayat saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Agribisnis dan Pangan bersama bidang Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2013).

“Bantuan yang kongkret itu adalah pada waktu kita memebrikan kredit, ada subsidi bunga yang mungkin bisa diberikan. Saya mengusulkan itu karena di Kemenperin subsidi bunga bisa dilakukan untuk pembelian mesin, untuk program ini juga pasti bisa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di kementerian yang dipimpinnya, melalui anggaran di APBN sudah bisa melakukan subsidi bunga untuk pembelian mesin-mesin industri. Subsidi buga diberikan berdasarkan BI Rate yang berlaku.

“Dengan demikian kita meringankan beban petani. Untuk industri sendiri hampir semua insentif yang diberikan bisa jalan. Pada prinsipnya seluruh perijinan dengan kemudahan akan dilakukan pemerintah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis dan Pangan Franky O. Widjaja mengatakan, saat ini dibutuhkan terobosan inovatif untuk pembiayaan komoditas strategis. Hal ini penting agar petani bisa lebih bersaing di tingkat regional dan internasional.

“Dukungan keuangan petani sangat penting. Karena itu perlu dievaluasi agar menjadi lebih baik dan terarah. Skema-skema baru yang cocok bisa diterapkan misalnya dengan resi gudang atau inovasi pembiayaan melalui bank dan lembaga non bank khusus untuk pertanian,” tuturnya.

Untuk itu, Kadin meluncurkan paket inovasi pembiayaan agribisnis untuk petani sawit sebagai prototype untuk dikembangkan lebih lanjut di berbagai komoditas dengan cakupan yang lebih besar, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. ***