
PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Meski di sejumlah kehadiran menara telekomunikasi atau tower dinilai mengganggu, namun di Rokan Hulu, Riau, menara ini justru menghasilkan pemasukan ke kas daerah. Tahun 2013 lalu saja, menara-menara ini menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 929 Juta.
Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Telekomunikasi (Dishubkominfo) Rohul Drs. M. Rivai Nasution, MSi melalui Sekretaris Mohammad Abror di ruang kerjanya, Senin (6/1/2014) mengatakan meski masih masih banyak pemilik menara telkomunikasi yang belum membayarkan retrebusi, namun pemasukannya sudah melebihi target.
Sesuai data Dishubkominfo Rohul, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tower tahun 2012 lalu target Rp 600 juta, terrelalisasi Rp 1.080.844.414, sekitar 180, 14 persen atau melebihi target. Sedangkan tahun 2013 target Rp 750 juta, terealisasi Rp 929.056.000 atau sekitar 123,87 persen, sedangkan tahun 2014 mendatang tergat masih Rp 750 juta.
"Terjadinya penurunan dari tahun 2012 lalu, ke Tahun Anggaran 2013, sebab sebagian pemilik tower dan operator belum menyerahkan dan melunasi retrebusinya," kata Abror.
Di Rohul ada delapan pengusaha tower 5 provider 3 vendor, jadi jumlah sebanyak 156 tower atau ada delapan usaha tower yakni Telkomsel 64, XL. Axsiata 38, PT Telkom 3, Indosat 17, Sampoerna 6, Daya Mitra Jaya (DMJ) 10, Era Bangun Jaya (EBJ) 17 Sarana Inti Persada (SIP) 1. ''Totalnya semua tower baik itu provider dan vendor sebanyak 156 buah tersebar di 16 Kecamatan se Rohul,'' kata Abror.
Sayangnya, belum semua pemilik tower melunasi dan membayar PAD, sehingga jumlah PAD belum tersetorkan pada pemkab Rohul dari jasa tower ini sekitar Rp 200 juta, pihak Dishubkominfo Rohul sudah menyuratinya kembali. ''Itu akan kita kejar, sudah dua kali kita surati, nanti akan kita telusuri ke kantor pusatnya,'' pungkas Abror
Tambah Sekhubkominfo Rohul, pihaknya akan melakukan audit menara secara bertahap karena sudah ada ketentuanya diatur pada Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Retrebusi Jasa Umum. (srt)