
PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Gas Elpiji di Rokan Hulu, Riau baik ukuran 12 kg maupun 3 kg, selain harganya mahal, juga sulit didapat. Padahal saat ini, elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, karena minyak tanah juga tidak ada didapatkan.
Salah seorang pengecer di KM 4 Desa Suka Maju, Kota Pasir Pangaraian Iskandar mengaku gas elpiji selain harganya mahal, juga susah didapat bahkan adalagi gas itu batas pemakaiannya tahun 2010, 2011 dan 2012 baru beredar di Rohul, tapi karena tidak adalagi gas terpaksa dibeli juga.
''Lihat sajalah itu gasnya batas pemakaian tahun 2010, tapi karena tak ada lagi gasnya, makanya kita tetap pakai juga, paling parah untuk mendapatkannya gas elpiji ukuran 3 kg,'' kata Iskandar di tokohnya Senin (6/1/2014).
Iskandar mengatakan dirinya terpaksa harus menjual dengan harga mahal untuk ukuran 12 kg yakni sekitar Rp 165 ribu pertabung karena pembelian dari agen di Ujung Batu sebesar Rp 155 per tabung. Sedangkan ukuran 3 kg dijual dengan harga Rp 24 ribu karena dibeli dengan harga Rp 19 ribu pertabung.
''Malah masih banyak lagi orang menjual untuk ukuran 3 kg dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu pertabungnya, apalagi di daerah Tambusai Utara, tapi gimanalah sudah kebutuhan kita,'' kata Iskandar.
Biasanya, gas elpiji ukuran 12 kg dibeli dari agen hanya Rp 110 ribu pertabung, kemudian dijual dengan harga Rp 120 ribu pertabung, tapi sekarang karena pembelian naik bahkan ada yang menjual sampai Rp 175 ribu per tabung
Dampak dari kenaikan harga gas elpiji ini ternyata berimbas pada rumah makan. Salah seorang pemilik Rumah Sarapan Pagi, Jumiati (37) mengaku dalam satu hari mengunakan 3 buah gas elpiji, Satu ukuran 12 Kg dan 2 ukuran 3 Kg, tapi karena sudah menjadi kebutuhan terpaksa harus dibeli. ''Meski harga gas mahal, tapi kita tak berani menaikkan harga makanan, saya khawatir nanti pelanggan pada lari semua, kalau bisa janganlah naik harga elpiji,'' kata Jumiati. (srt)