
PEKANBARU, GORIAU.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membuka kantor perwakilan di Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (6/1/2014). OJK ini nantinya akan mengawasi 90 bank yang beroperasi di Riau dengan rincian 35 bank perkreditan rakyat (BPR), satu bank daerah yaitu Bank Riau-Kepri dan 54 kantor cabang bank umum yang kantor pusatnya di Jakarta.
''Semua akan menjadi prioritas kerja OJK," ujar Kepala OJK Riau Nurdin Subandi.
Mengenai kepegawaian OJK, Direktur Pengawasan Bank OJK Triana Gunawan mengatakan, ada 1.150 pegawai BI secara nasional yang akan mengabdi di OJK. Khusus di Riau sudah ada 12 orang pegawai OJK. ''Untuk sementara waktu OJK di Riau akan berkantor di gedung C lantai satu Bank Indonesia di Pekanbaru,'' kata Triana.
Menurut Triana, tugas OJK mulai efektif pada 2014. Institusi tersebut akan melakukan pengawasan terhadap seluruh lembaga keuangan di Riau, tidak hanya terbatas pada perbankan yang sebelumnya merupakan kewenangan BI.
Penjabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan berharap OJK bisa membantu perkembangan ekonomi Riau di masa mendatang. Karena itu, ia berharap instutusi tersebut bisa menjalin kerjasama dengan baik ke pemerintah, perbankan dan seluruh lembaga keuangan non perbankan. ''Tahapnya awalnya saya berharap OJK bisa sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya pengawasan dan fungsi lembaga itu sendiri,'' ujarnya.
Kepala BI Perwakilan Riau, Mahdi Muhammad mengatakan, mulai 2014 fungsi pengaturan dan pengawasan bank beralih dari BI ke OJK. Sehingga BI akan lebih fokus pada kebijakan "macroprudential". Sementara OJK lebih ke "microprudential".
Meski begitu, ia mengatakan, keduanya sudah memiliki keputusan bersama tentang kerjasama koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas. Dan ada empat lingkup kerjasama BI dan OJK sesuai keputusan bersama itu.
Pertama, kerjasama dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing. Kedua, pertukaran informasi lembaga jasa keuangan ,serta pengelolaan sistem pelaporan bank dan perusahaan pembiayaan oleh BI dan OJK.
Ketiga, pengelolaan pejabatan dan pegawai BI yang dialihkan atau dipekerjakan pada OJK. Dan keempat, penggunaan kekayaan dan dokumen yang dimiliki dan digunakan BI oleh OJK. ''Jadi dokumen-dokumen banyak yang dipindah dan kopiannya diserahkan ke OJK," katanya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut OJK Pekanbaru, antara lain Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hari Azhar Azis, Penjabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan dan Kepala DPRD Riau Johar Firdaus. Kemudian, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau Mahdi Muhammad, Kepala OJK Provinsi Riau Nurdin Subandi dan sejumlah pejabat lainnya. (ant)