
PEKANBARU - Kantor Dagang Industri (KADIN) Provinsi Riau, bekerja sama dengan PT Bank Riau Kepri menyelenggarakan seminar nasional ekonomi Indonesia 2015 dan Outlook 2015 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (22/12/2015).
Hadir sebagai narasumber dan Wakil Ketua Kadin Riau Viator Butarbutar, Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari dan Prof Dr Didik J Rachbini selaku Guru besar ekonomi dan Kepala LP3E Kadin Indonesia.
Seminar nasional tersebut menurut Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari, secara garis besar bertujuan untuk menganalisis dampak potensial MEA terhadap perekonomian Indonesia, khususnya di Provinsi Riau pada tahun 2016.
"Selain dampak MEA terhadap perekonomian 2016, seminar ini juga bertujuan untuk mengkaji kinerja perekonomian ditahun 2015 dan sekaligus mendiskusikan prospek perekonomian Indonesia tahun 2016 mendatang," ungkap Irvandi kepada GoRiau.com.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) industri perbankan yang akan diberlakukan pada tahun 2020, menurut Irvandi ada lima permasalahan yang harus benar-benar dihadapi. "Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik mungkin, guna meningkatkan daya saing. Mengingat perbankan kita cukup tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain dikawasan Asean terutama Malaysia dan Singapura," ungkapnya.
Lima poin penting yang harus dihadapi menurutnya adalah, tingkat penetrasi pasar yang masih minim, peningkatan kompetensi SDM, Kecanggihan IT yang masih dipegang Bank-bank besar, kebutuhan modal untuk ekspansi bisnis dan penyempurnaan payung hukum perbankan. "Tingkat potensi pasar yang masih minim, hal itu bisa dilihat dari masih tingginya masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Potensi domestik yang sangat besar, tentunya akan mengundang para pelaku usaha asing untuk bermain di negeri ini," tutur Irvandi.
Sementara itu Wakil Ketua KADIN Riau Dr Viator Butarbutar sekaligus sebagai narasumber dalam seminar tersebut mengatakan, para pelaku usaha khususnya di Provinsi Riau, harus benar-benar siap dalam menghadapi MEA 2016 mendatang.
"Seminar terbut, selain bertujuan memberikan informasi kepada para pelaku usaha, juga sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah dan pelaku usaha dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis, menghadapi persaingan ekonomi ditingkat Asean. Dampak MEA ini ada negatif dan positifnya seperti peluang serta ancamanya. Jadi kita juga harus lebih menitik beratkan pada peluang yang akan kita hadapi," tukasnya. ***