
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Air Hitam, Ukui resmi dikukuhkan, Kamis (12/06/2014). Pengukuhan sendiri dilakukan Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Air Hitam, M Tolah di Balai Serbaguna Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Sebanyak 15 orang resmi mengemban tugas melalui kerjasama dengan CV Putri Lindung Bulan (PLB), sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan unsur Upika Kecamatan Ukui, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Pelalawan.
Hadir dalam pengukuhan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Air Hitam perwakilan Manajemen CV Putri Lindung Bulan, Dicky Iskandar, Social Goverment Relation (SGR) Warman dan Hasan, Askep Comunity Development Dwi Murjito beserta Staf Anggi Siregar, Serta Tim Fire Control Health Safety and Enveronment (FCHSE) yang dipimpin oleh Jhonson H Sinurat.
Perwakilan Manajemen CV PLB, Dicky Iskandar dalam sambutanya mengatakan beberapa waktu yang lalu tentunya kita masih ingat bahwa riau memiliki masalah dengan adanya kebakaran hutan dan lahan, bahkan Riau dijuluki sebagai provinsi pengekspor asap.
''Untuk itu kami dari CV PLB dari awal pendirian perusahaan sampai sekarang tetap komit bahwa perusahaan tidak pernah melakukan pembakaran dalam operasionalnya, komitmen inilah yang ingin kami tularkan dengan berbagi pengalaman tentang pencegahan kebakaran hutan kepada masyarakat Desa Air Hitam khususnya Peserta Masyarakat Peduli Api (MPA),'' ujarnya.
Dengan terbentuknya masyarakat peduli api kedepanya diharapkan muncul koordinasi yang baik antara perusahaan dengan masyarakat. Pihak masyarakat bisa memberi informasi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan dan sebaliknya perusahaan dapat membantu dalam memberikan bantuan baik tenaga maupun alat jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, selain itu masyarakat dapat meminta pelatihan kembali mengenai cara pencegahan kebakaran hutan jika dibutuhkan.
''Saat ini baru 15 orang yang dikukuhkan sebagai masyarakat peduli api, kami berharap dari 15 orang yang mendapatkan pelatihan ini bisa membagi informasi pada masyarakat desa lainya bagaimana cara pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Besar harapan perusahaan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Air Hitam dapat mengemban tugas secara maksimal dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan baik yang terjadi di lingkungan desa maupun disekitar areal perusahaan,'' tambahnya.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan, Widyani mengatakan dengan terbentuknya Masyarakat Peduli Api (MPA) kedepanya dapat membantu pemerintah dalam mensosialisasikan untuk tidak membakar hutan dan lahan.
''99 persen kebakaran hutan dan lahan itu diakibatkan oleh tangan manusia, dari hasil pengamatan selama ini kebakaran terjadi karena adanya pembukaan lahan perkebunan dengan cara membakar. Diharapkan dengan pembentukan masyarakat peduli api masyarakat dapat mengerti dan paham bagaimana cara mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,'' jelasnya.
Diakhir pengukuhan dan pelatihan ke-15 peserta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Air Hitam juga melakukan simulasi pemadaman kebakaran hutan menggunakan mesin air bertekanan tinggi. Selai itu perusahaan memberikan atribut berupa baju, topi, sepatu serta perlengkapan MPA lainya. (rls)