SELATPANJANG, GORIAU.COM - Anjing-anjing liar di Kota Selatpanjang Kabupaten Meranti, Riau, terpaksa dieliminasi dengan cara diberi racun. Hal ini harus dilakukan mengingat anjing yang belakangan tumbuh pesat di Kota Sagu itu mulai meresahkan warga setempat.


Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM, didampingi Kabid Peternakan, drh Sri Noviarni.
"Kenapa kita pusatkan di Selatpanjang, sebab peredaran anjing liar terbanyak ada di Ibukota kabupaten ini," kata kadis yang akrab disapa Icut itu.
Ditambahkan kabidnya, Drs Sri Noviarni bahwa diindikasinya jumlah anjing di Kabupaten termuda di Riau itu mencapai seribuan. Apalagi satu induk anjing bisa melahirkan lebih dari dua ekor anak anjing.
Dengan bertambah banyaknya anjing ini, warga pun merasa sangat resah dan dinaspun sering mendapat aduan dari masyarakat setempat. Anjing-anjing liar itu selain membuat keributan di tengah malam, juga meninggalkan kotoran di pekarangan rumah warga dan juga mengacak-acak tempat sampah masyarakat.
"Makanya jika tidak dieliminasi secara rutin, maka jumlah anjing akan terus bertambah, dan tentunya lebih rentan munculnya rabies," ujar Sri pula.
Dalam waktu satu tahun ini tambah Sri lagi, ada sebanyak 8 kali dilaksanakan program eliminasi anjing. Ini dilakukan agar jumlah anjing liar di Ibukota Kepulauan Meranti itu bisa terus menurun. Setidaknya sudah ada sekitar 185 ekor anjing liar di Kota Sagu itu yang telah dieliminasi dengan cara diberi racun.***