
PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski sudah memasuki triwulan keempat, namun kinerja keuangan penggunaan APBD Riau 2012, masih berkutat di angka 40-an persen. Sementara realisasi fisik, diperkirakan sudah mencapai 65 persen.
Hal ini diutarakan Asisten II Setdaprov Riau Emrizal Pakis kepada riauplus.com sebagaimana dikutip www.goriau.com, Rabu (7/11/2012) di Kantor Gubernur Riau, usai memimpin Rapat Evaluasi APBD dengan seluruh satuan kerja perangkat dinas (SKPD) di lingkungan Pemprov Riau.
Menurut Emrizal, masih rendahnya realisasi keuangan itu, dikarenakan banyaknya kegiatan di APBD-P Riau 2012 yang belum dilaksanakan. Selain itu, beberapa persoalan administrasi juga menjadi penyebab tertundanya pelaksanaan kegiatan.
''Persoalan-persoalan yang kita hadapi itu adalah, pertama persoalan administrasi. Ada kegiatan yang masuk di APBD Perubahan, tetapi tidak terkejar waktu untuk ditender,'' sebutnya.
Kendati demikian lanjut Emrizal, capaian realisasi fisik saat ini, sama dengan capaian tahun 2011 lalu, dengan periode yang sama. Emrizal yakin, target 98 persen di akhir tahun ini akan tercapai.
Ketika ditanyakan SKPD apa saja yang masih rendah realisasi APBD-nya, Emrizal mengaku ada beberapa diantaranya baru mencapai di bawah 50 persen. ''Salah satunya, Sekretariat DPRD Riau yang masih di bawah itu,'' ujarnya.
Sementara, sejumlah SKPD lainnya juga sudah melakukan pencapaian maksimal dalam pelaksanaan kegiatannya. Beberapa diantaranya sudah mencapai di atas 91 persen. Diantaranya, Dinas Pendapatan Riau, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, Dinas Pendidikan Riau, Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Riau dan lainnya.
Lebih jauh dipaparkan Emrizal, secara keseluruhan, jumlah anggaran APBD yang telah diserap untuk pelaksanaan kegiatan di SKPD tersebut, angkanya sudah mencapai Rp1 triliun lebih. Angka ini akan terus bertambah menjelang akhir tahun. (rpc)