
JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, resmi memberikan lampu hijau terhadap usulan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Bendahara Negara ini memberikan syarat mutlak: pemangkasan anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas gizi yang diterima masyarakat.
Menariknya, usulan penghematan ini bukan datang dari Kementerian Keuangan, melainkan inisiatif langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam skema terbaru, program andalan Presiden Prabowo Subianto ini rencananya hanya akan berjalan lima hari dalam sepekan.
"Selama ada efisiensinya, saya setuju saja, dan enggak mengurangi kualitas makannya sendiri," tegas Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Purbaya menilai perubahan ritme kerja program menjadi lima hari adalah langkah realistis untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini. Kebijakan ini diambil agar program tetap berkelanjutan tanpa memberikan beban berlebih pada postur APBN yang tengah menghadapi tekanan global.
"Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah," tuturnya.
Langkah "ikat pinggang" ini ternyata tidak hanya menyasar sektor pangan. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan efisiensi tahap ketiga yang akan menyisir seluruh kementerian dan lembaga. Strategi ini dirancang khusus untuk menutup celah kekurangan anggaran yang ada.
"Di tempat lain di seluruh kementerian ada efisiensi. Pokoknya yang tahap ketiga itu kita desain untuk menutup kekurangan anggaran yang ada," ungkap Purbaya.
Meski skema penghematan mulai dijalankan, Menkeu belum merinci total nilai potensi pendapatan negara dari efisiensi ini. Pemerintah masih melakukan kalkulasi mendalam untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak optimal bagi masyarakat tanpa mengurangi standar mutu pelayanan publik.***