PANGKALAN KERINCI,GORIAU.COM - Kalangan legislator yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pelalawan 'mencium' adanya kejanggalan-kejanggalan pada proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) setempat dalam pembangunan ruang kelas selolah di sana.

'Aroma' tak sedap itu berawal dari Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) kepala daerah tahun 2012. Hasil laporan itu juga telah dirembukkan dalam pertemuan antara legislator dengan seluruh SKPD yang telah dijadwalkan dalam Banmus pada pekan ini secara bergilir.

Jadwal pemanggilan SKPD pertama kalinya ditujukan kepada Dinas Pendidikan terkait hasil temuan Pansus DPRD Pelalawan yang dilaksanakan pada Senin (6/5) di ruang rapat lantai 3 DPRD Pelalawan yang diikuti oleh seluruh anggota Dewan dan dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Pelalawan H Kasyadi SH.

Dari hasil pantauan media ini, terlihat sejumlah pejabat Dinas Pendidikan yang dipimpin oleh Kepala Dinas MD Rizal dicecar sejumlahpertanyaan terkait masalah pendidikan baik masalah pembangunan fisik dan proses kegiatan pengadaan meubeuleur serta proses belajar mengajar oleh anggota Tim Pansus I, II dan III.

Dari tim pansus I terlihat ketua Tim Pansus H Herman Maskar dan anggotanya Drs Sozifao Hia mempertanyakan masalah pembangunan gedung SMA I Pangkalan Kerinci yang dinilai kurang rapi. Begitu juga pengadaan meubeleur di SD Negeri 013 Pangkalan Kerinci yang dinilaibanyak yang rusak serta risplang MTS Al-falah di Langgam yang mulai terkelupas dan tanggalnya lembayung di MTS tersebut.

Mendengar hal itu, Kadisdik MD Rizal beserta staf menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh tim Pansus sudah diakui oleh mereka, namun terkait kerusakan atau perbaikan gedung tersebut akan secepatnya diperbaiki karena pihak Dinas belum mencairkan 100 persen dana pekerjaan dari kontraktor karena masih ada masa perawatan.

"Dana untuk perawatan tersebut nantinya yang akan digunakan untuk memperbaiki kerusakan yang dimaksud," katanya.

Selanjutnya pertanyaan berlanjut ke Pansus Dapil II, dari Dapil II ketua Tim Pansus Suprianto SP juga mempertanyakan hal yang sama soal pembangunan sekolah di daerahnya tepatnya pembangunan SD 012 di Desa Sungai Upih kecamatan Kualakampar yang dinilai sama sekalibelum siap dikerjakan, sementara pembangunan sekolah lain boleh dikatakan selesai namun finishingnya juga belum rapi.

Begitu juga hal yang sama ditanyakan oleh Eka Putra dari Dapil II. Saat itu, Eka mempertanyakan soal pembangunan Gedung Sekolah diSMA 1 kelas Jauh kecamatan Teluk Meranti. Soalnya, setelah dibangun kenapa pihak Dinas Pendidikan tidak menganggarkan untukmobilernya sehingga siswa yang belajar di sekolah tersebut harus duduk lesehan.

Diterangkan oleh Kepala Dinas Pendidikan bahwa soal bangunan SD 012 di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar, pihaknya telah memutus kontrak kepada kontraktornya dan tahun ini sudah dianggarkan kembali pembangunannya. Sementara mengenai pembangunan yang adadi Kecamatan Teluk Meranti maka pihaknya juga bingung soalnya untuk pembangunannya serta mobilernya sudah dianggarkan saat itu namunsaat realisasinya mobilernya tidak muncul dalam anggaran sehingga pihak dinas hanya mengerjakan pembangunannya saja.

"Sementara untuk pengadaan mobilernya sudah kembali dianggarkan pada Anggaran Perubahan tahun 2013 ini," ujarnya.(ilm)