PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal melaporkan langsung kondisi terkini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya kepada Presiden, Prabowo. Laporan ini disampaikan di sela-sela kunjungan kerja Presiden dalam agenda penanganan Karhutla di wilayah Sumatra.

Dalam pertemuan tersebut, Edy memaparkan bahwa tren Karhutla di Riau pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2025.

Dampak Kuat El Nino

Peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Riau sepanjang tahun ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem. Fenomena alam tersebut memicu kekeringan yang mempercepat penyebaran api di lahan-lahan rawan kebakaran.

"Memang terjadi peningkatan 2026 ini dibandingkan tahun 2025 lalu, ini dipicu oleh fenomena El Nino," jelasnya di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Edy merincikan, berdasarkan data per 23 Agustus 2026, deteksi titik panas di Provinsi Riau tercatat sebanyak 306 titik. Namun, berkat penanganan cepat dari tim gabungan di lapangan, dari ratusan hotspot tersebut hanya tujuh yang membesar menjadi titik api (firespot).

Sebaran Titik Api Tersisa

Tujuh titik api yang masih ditangani tersebut saat ini tersebar di empat wilayah. Rinciannya meliputi satu titik di Kabupaten Pelalawan, dua titik di Kabupaten Indragiri Hilir, dua titik di Kabupaten Indragiri Hulu, serta dua titik lainnya di Kabupaten Kampar.

"Saat ini yang masih cukup besar titik apinya yaitu berada di Kabupaten Pelalawan di Kerumutan, dan di Kabupaten Kampar itu di Rimbo Panjang," urainya memberikan gambaran prioritas pemadaman.

Belasan Ribu Hektare Lahan Hangus

Secara kumulatif, sejak Januari hingga Agustus 2026, total luasan lahan yang terdampak Karhutla di Riau telah mencapai 16.277,50 hektare. Selama periode delapan bulan tersebut, satgas mencatat ada 10.514 titik panas dengan 521 di antaranya sempat menjadi titik api.

"Alhamdulillah sudah kita padamkan, sehingga yang tinggal tujuh titik yang tadi kami sampaikan sebelumnya. Lebih kurang 900 hektare yang terbakar saat ini, terbagi di 4 kabupaten," pungkasnya. ***