PEKANBARU, GORIAU.COM - Panasnya udara di Riau bisa jadi karena semakin menipisnya cadangan hutan di Riau, Menurut data Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), saat ini hutan Riau hanya tersisa sekitar 22 persen. Penyusutan yang besar terjadi selam tahun 2009-2012 dimana laju deforestasi semakin kencang.

Dan saat ini hutan alam Riau yang tersisa diperkirakan hanya 2,005 juta hektare (ha) atau sekitar 22,5 persen dari luas daratan Riau. Makin berkurangnya hutan alam di provinsi itu akibat tingginya laju deforestasi atau kerusakan hutan yang mencapai 188.000 ha per tahun.

"Hanya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir atau dari 2009 hingga 2012, Provinsi Riau telah kehilangan hutan alam sebesar 500 ribu hektare," kata Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Muslim Rasyid di Pekanbaru, Kamis (21/3/2013).

Menurutnya, laju deforestasi tiga tahun terakhir lebih besar dari laju deforestasi sepanjang 2005-2007 sebesar 160.000 ha per tahun. Angka itu memperlihatkan tidak berkurangnya laju deforestasi dan degradasi secara signifikan, bahkan sebaliknya meningkat tajam meskipun ada kebijakan moratorium.

Muslim mengatakan, fakta penghancuran hutan alam Riau tersebut jelas bertentangan dengan komitmen pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengurangi emisi CO2 dari deforestasi dan degradasi hutan, yang selalu digembar gemborkan hingga ke manca negara. Apalagi, hutan alam itu habis dipergunakan hanya untuk bahan baku industri pulp and paper.

Ia mengungkapkan, penghancur hutan alam terbesar di Riau adalah korporasi atau perusahaan sektor hutan tanaman industri (HTI). Sebab, pembangunan HTI di Provinsi Riau tidak mengindahkan prinsip pengelolaan hutan lestari. (mtv)