
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan mahasiswa FKIP Universsitas Riau (UR) memadati ruang serbaguna kampus setempat, Jumat (22/11/2013). Mereka tengah mengikuti Seminar peringatan hari guru nasional ke-68.
Kegiatan ini difasilitasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Acara yang berlangsung sukses ini mengambil tema ''Optimis Menatap Menghadapi Pendidikan Indonesia Lebih Baik''.
Hadir sebagai pembicara Ketua Komisi D DPRD Proviinsi Riau, Bagus Santoso S.Ag, MP, Ketua PGRI Provinsi Riau, Prof Dr Isjoni dan Pembantu Dekat III FKIP UR, Syafrial.
Dalam kesempatan, Bagus dengan gemblang menyampaikan berbagai hal tentang pendidikan Riau. Sebab komisi D yang ia dipimpin, ikut menangani tentang pendidikan sebagai mitra kerja.
Dihadapan para mahasiswa, Bagus mengatakan, berbagai persoalan Pendidikan Riau hingga kini masih sangat komplek. Tingkat kesejahteraan guru memang menjadi persoalan yang terus dicari jalan keluarnya.
''Masing-masing daerah punya persoalan masing-masing. Untuk itu dibutuhkan sinergitas antara daerah dengan provinsi, agar persoalan pendidikan bisa ditangani dengan bersama-sama,'' ujar Bagus.
Saat sesi tanya jawab, juga berlangsung hangat. Para mahasiswa terlihat antusis mengajukan berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Misalnya soal bagaimana mendapatkan beasiswa, bagaimana bisa mendapatkan bantuan dana untuk berbagai kegiatan di kampus, bagaimana agar pendidikan di Riau bisa terbangun merata dan lain-lain.
Semua pertanyaan yang ditujukan kepada dirinya mampu ia jawab dengan baik, beserta solusinya. Soal dana bantuan, APBD memang mengakomudir untuk berbagai kepentingan sosial dan pendidikan.
Untuk itu kepada mahasiswa diminta jeli mendengar berbagai informasi terkait berbagai sumber bantuan yang bisa dimanfaatkan, termasuk untuk beasiswa. ''Kalau ada yang belum paham, bisa datang ke dewan dan kami siap melayani,'' undang Bagus.
Soal pembangunan pendidikan, Bagus mengatakan, ada hal-hal teknis yang terkadang di luar kemampuannya sebagai legislatif untuk ikut campur terlalu jauh. Sebab penanganan teknis wilayahnya eksekutif.
''Terlepas dari itu, saya sebagai wakil rakyat yang memang membidangi soal pendidikan, akan terus melakukan berbagai upaya, agar dunia pendidikan kita kualitasnya bisa diperbaiki,'' ujar Bagus. ***