
PEKANBARU, GORIAU.COM - Mundurnya Deni Septiadi dari kursi Manajer PSPS diduga karena krisis finansial tim yang tak kunjung menemui titik terang. Dimana sebelum menduduki manajemen, Deni sudah dihadapkan dengan hutang atau tunggakan gaji pemain sebesar Rp4.7 miliar.
Dimana tunggakan gaji tersebut merupakan kalkulasi dari hutang kepada pemain musim lalu. Namun saat ditanyakan, Deni tidak mau berkomentar terkait hal itu.
"Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, intinya inilah hal maksimal yang bisa saya perbuat," tegas Deni.
Selain itu, muncul juga dugaan bahwa mundurnya Deni karena Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak mau mendukung sepenuhnya manajemen PSPS mencari solusi pendanaan.
Hal ini seperti yang pernah diutarakan Edi Iskandar sebelum dirinya mundur sebagai Asisten Manajer PSPS. Dimana solusi yang ditawarkan manajemen dengan bisnis baliho untuk pendanaan PSPS tidak didukung oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus.
"Ada jalan untuk mencari dana PSPS. Dimana Manajer PSPS Deni Septiadi menempatkan 40 titik pemasangan baliho di Pekanbaru yang hasilnya akan dimasukkan ke kas tim, namun itu yang tidak didukung Pemko," papar Edi.
Dimana dijelaskan Edi, jika semua titik berjalan sesuai harapan, tidak kurang dari Rp8 miliar akan didapatkan PSPS dalam satu tahun. "Namun ternyata, ini yang yang tidak didukung Wako Pekanbaru," terang Edi.***