PEKANBARU – KrediOne menggelar program edukasi bertajuk Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi guna mendorong literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang menyasar lebih dari 200 mahasiswa ini sukses diselenggarakan di Universitas Riau.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Universitas Riau, serta pelaku industri pendanaan digital (pindar). Sepanjang kegiatan, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai dinamika industri keuangan digital yang terus berkembang.

Fokus utama edukasi mencakup pengenalan layanan pindar, manfaat, serta potensi risiko yang menyertainya. Mahasiswa juga diberikan kiat khusus untuk membedakan platform pendanaan legal dengan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap meresahkan masyarakat.

Forum edukasi ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten. Mereka di antaranya Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Triyoga Laksito, Direktur Eksekutif AFPI, Yasmine Meylia, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Alvi Furwanti Alwie, serta Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah.

"Literasi keuangan hari ini bukan lagi sekadar pemahaman, tetapi kompetensi strategis. Di tengah percepatan inovasi finansial, kemampuan membaca peluang sekaligus mengelola risiko secara terukur menjadi pembeda," urai Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, Jumat (10/4/2026).

Kemudahan akses ke berbagai layanan keuangan digital dinilai harus diimbangi dengan kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan yang matang.

"Akses keuangan tanpa literasi adalah pedang bermata dua. Karena itu, setiap keputusan finansial harus diambil secara sadar, terukur, dan bertanggung jawab," tambahnya.

Kuseryansyah menekankan bahwa industri pindar memiliki misi yang lebih luas dari sekadar penyedia layanan pembiayaan. Sektor ini ikut bertanggung jawab dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan jaminan perlindungan bagi konsumen.

Kehadiran KrediOne di kampus ini sekaligus wujud dukungan nyata perusahaan terhadap program Gerakan Nasional Cerdas Literasi Keuangan (Gencarkan) yang diinisiasi oleh OJK. Sinergi antara regulator, asosiasi, dunia akademik, dan pelaku industri diharapkan mampu mengakselerasi tingkat literasi keuangan generasi muda sejalan dengan masifnya adopsi layanan digital di Indonesia. ***