PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum Riau Edy Sabli melarang partai politik pendukung Cagub/Cawagub ikut juga berkampanye pada Pilkada putaran dua kecuali partai pengusung pasangan calon itu sendiri.

"Silahkan mendukung tapi dukungan hanya bersifat informal, tidak boleh memasang bendera partainya saat kampanye," kata Edy Sabli di Pekanbaru, Jumat.

Hal ini ditekankan mengingat adanya pengalihan dukungan dari Parpol pengusung Cagub/Cawagub yang kalah pada putaran pertama Pemilukada Riau. Sedangkan Parpol yang calonnya menang adalah Partai Golkar yang mengusung pasangan Annas Maamum-Arsyadjuliandi Rachman (Aman).

Sementara itu pasangan calon yang menjadi lawan Aman adalah pasangan Herman Abdullah-Agus Hidayat yang diusung oleh Partai Hanura dan 11 partai koalisi.

Dilain pihak terdapat beberapa partai yang calonnya keok di Pilkada Riau putaran pertama. Diantaranya adalah PDIP dan PKB yang berkoalisi mengusung pasangan Lukman Edy-Suryadi Khusaini.

Partai Demokrat juga kalah ketika mengusung pasangan Achmad-Masrul Kasmy. Satu pasangan lagi yang kalah adalah Jon Erizal-HR Mambang Mit yang diusung PAN dan PKS.

Saat ini baik partai maupun pasangan calon sedang bergerilya berjual beli dukungan untuk Pilkada putaran kedua. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan dukungan dari masing-masing Parpol.

Hanya saja telah terlihat gelagat dari masing-masing parpol kalah untuk mengalihkan dukungan. Seperti PKB yang menurut salah satu kadernya di DPRD Riau Riki Hariansyah yang menyatakan kalau dirinya sendiri lebih condong ke pasangan Herman Abdullah-Agus Hidayat.

PAN dan PKS yang berkoalisi mendukung pasangan Jon Erizal-HR Mambang Mit belum menentukan pilihan. Manshur HS, anggota DPRD dari PKS beralasan masih menunggu keputusan koalisi bersama PAN apakah masih berlajut atau tidak.

Partai yang telah tersirat mendukung Annas untuk putaran kedua dilihat dari kunjungan silaturahmi Annas Maamum ke rumah Suryadi Khusaini, ketua PDIP Riau yang juga kalah pada putaran pertama ketika berpasangan dengan Lukman Edy.

Sedangkan Partai Demokrat diklaim juga sama dengan PDIP.

"Insting saya, Partai Demokrat akan memberikan dukungan ke Pak Annas karena tim mereka gencar melakukan pendekatan dari tingkat elit hingga kader Demokrat," kata Juru Bicara DPD Partai Demokrat Riau, Roni Riansyah. ***