
PEKANBARU – Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Riau bersama enam perusahaan penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina, Kamis (2/10/2025), mendadak tegang. Hal itu terjadi lantaran pimpinan PT Petro Andalan Nusantara (PAN) Wiliam, dianggap tidak menghargai pimpinan dan anggota dewan, hingga akhirnya diminta keluar ruangan oleh Ketua Komisi III, H Edi Basri SH MSi.
Edi Basri menjelaskan, ketegangan bermula saat Sekretaris Komisi III, Hj Eva Yuliana, meminta Wiliam untuk berbicara lebih dekat ke mikrofon agar suaranya terdengar jelas. “Mohon Pak, lebih dekat ke mic,” pinta Eva.
Namun permintaan itu dijawab Wiliam dengan nada ketus. “Saya sudah dekat begini, masa Ibu tidak dengar,” ucapnya.
Jawaban tersebut ditanggapi Edi Basri dengan maksud mencairkan suasana. “Mungkin Bapak ini lagi kesal,” katanya sambil bercanda.
Sayangnya, candaan itu justru membuat Wiliam semakin emosi. Ia bahkan melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas kepada anggota dewan. “Kenapa wakil rakyat begitu caranya menghadapi rakyat?” kata Wiliam.
Mendengar ucapan tersebut, Edi Basri langsung bereaksi keras. "Kalau bapak merasa tidak nyaman silahkan saja keluar dari ruangn ini, karena ngomongnya ngeyel dan aura wajah sperti kesal," ucap Edi.
Seketika Wiliam pun bangkit dan meninggalkan ruang rapat, sementara pimpinan lima perusahaan BBM lainnya tetap melanjutkan pembahasan dengan komisi.
Menurut Edi Basri, sikap Wiliam sangat tidak sopan dan tidak menghargai lembaga DPRD Riau. “Enam perusahaan yang hadir, lima komunikasinya baik saja. PT PAN ini kita usir keluar karena tidak membawa data, jawabannya ketus, dan ngeyel,” ujarnya.
Komisi III Akan Evaluasi PT PAN
Usai rapat, Edi Basri menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap PT PAN, terutama terkait nilai pajak yang telah disetorkan ke pemerintah daerah.
"Kita akan cek data kuoata mereka dari Pertamina dan berapa total yang mereka jual yang pajaknya di setor ke Bapenda akan kita sandingkan. Kita akan kembali panggil PT PAN ini, dan kami minta bukan Wiliam yang datang,” tegasnya. ***