PEKANBARU – Olahraga padel mulai menunjukkan perkembangan pesat di Provinsi Riau. Tak hanya menarik minat masyarakat sebagai olahraga rekreasi dan gaya hidup sehat, padel juga mulai dilirik sebagai cabang olahraga potensial yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menggerakkan sektor ekonomi.

Melihat perkembangan tersebut, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Padel Indonesia (FPI) Riau mulai menyiapkan langkah pembinaan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) melalui tahapan Pra-PON.

Ketua Pengprov FPI Riau, Raja Jaya Dinata, mengatakan pihaknya menargetkan atlet padel Riau mampu menembus persaingan di tingkat nasional. Bahkan, target awal yang dipasang adalah menembus tiga besar atau minimal lima besar.

"Target kita ke depan tentu Prapon. Minimal podium tiga, kalau tidak lima besar. Itu target yang ingin kita capai," ujarnya.

Menurutnya, hasil kualifikasi sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi pengurus untuk mempersiapkan kekuatan atlet Riau. Pada seleksi yang telah berlangsung, atlet putra berhasil lolos kualifikasi, sementara atlet putri masih perlu dievaluasi karena belum sepenuhnya memenuhi target.

Pengurus juga membuka peluang mendatangkan atlet dari luar daerah untuk memperkuat tim Riau. Namun, pengembangan atlet lokal tetap menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Kita akan lihat kajiannya ke depan. Apakah ada pemain yang bisa kita tarik untuk bermain di Riau atau mengembangkan potensi lokal. Semua akan kita evaluasi," jelasnya.

Bangun Organisasi dengan Semangat Gotong Royong

Di sisi organisasi, Pengprov FPI Riau juga tengah mempersiapkan agenda pelantikan kepengurusan. Pihaknya berharap Ketua Umum FPI dapat hadir langsung, meskipun jadwal pengurus pusat saat ini cukup padat dengan berbagai agenda internasional.

Namun, apabila Ketua Umum berhalangan, pelantikan tetap dapat dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal maupun Wakil Ketua Umum.

"Kita inginnya Ketua Umum hadir langsung. Tetapi kita juga menyesuaikan dengan jadwal pusat. Kalau dilantik Sekjen atau Wakil Ketua Umum, mereka juga siap," katanya.

Konsolidasi organisasi juga mulai dilakukan hingga tingkat kabupaten/kota. Sejauh ini, sudah ada lima daerah yang menyampaikan keinginan untuk membentuk kepengurusan.

Pembentukan kepengurusan daerah akan dilakukan setelah struktur provinsi resmi terbentuk dan dilantik.

Ia mengakui, membangun organisasi olahraga yang masih tergolong baru membutuhkan kesabaran, kebersamaan, dan komitmen seluruh pengurus.

Bahkan, untuk sementara berbagai kebutuhan organisasi masih banyak ditopang secara pribadi dan melalui semangat gotong royong.

"Ini pengabdian. Kita sudah terbiasa berorganisasi sejak SMA dan kuliah. Jadi ketika sekarang mengurus federasi, harus dilakukan dengan sepenuh hati. Kepuasan tersendiri ketika ada prestasi yang bisa kita capai," ungkapnya.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau ikut memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga padel.

Sebab, prestasi olahraga bukan hanya membawa kebanggaan bagi atlet dan pengurus, tetapi juga mengharumkan nama daerah.

Padel Bukan Sekadar Olahraga Kalangan Tertentu

Raja menilai salah satu keunggulan padel adalah karakter permainannya yang relatif mudah dipelajari dan bisa dimainkan berbagai kelompok usia.

Berbeda dengan tenis yang lebih mengandalkan kekuatan pukulan, padel lebih menitikberatkan pada kontrol bola dan strategi permainan.

"Kalau tenis lebih kepada power, sedangkan padel lebih kepada kontrol. Main padel juga lebih santai, bisa sambil tertawa dan berkumpul bersama teman-teman. Jadi tidak harus selalu mengejar prestasi, bisa juga untuk hiburan dan menjaga kesehatan," jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa padel hanya bisa dinikmati kalangan berduit. Menurutnya, biaya bermain sangat bergantung pada pilihan lapangan, perlengkapan, serta fasilitas yang digunakan.

Bahkan, sejumlah lapangan menyediakan fasilitas penyewaan raket dan bola sehingga masyarakat tidak harus membeli perlengkapan sendiri.

Perkembangan olahraga ini di Pekanbaru juga semakin terlihat dengan bertambahnya fasilitas lapangan. Sejumlah tempat bermain padel telah hadir, mulai dari Padel Pekanbaru yang disebut sebagai lapangan pertama hingga berbagai fasilitas lainnya.

Saat ini, jumlah lapangan padel di Pekanbaru dan sekitarnya diperkirakan telah mencapai lebih dari 20 lapangan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga yang berasal dari Meksiko tersebut.

Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas olahraga, pertumbuhan lapangan padel juga membuka peluang bisnis baru.

Pembinaan Atlet Harus Dimulai dari Usia Dini

Selain mengejar prestasi pada level senior, Pengprov FPI Riau juga mulai memikirkan pembinaan atlet usia dini.

Menurutnya, pengenalan olahraga padel kepada anak-anak perlu dilakukan secara bertahap. Dimulai dari memperkenalkan permainan, mengajarkan teknik dasar, hingga membangun kecintaan terhadap olahraga tersebut.

"Prinsipnya sama seperti olahraga lain. Anak-anak dikenalkan dulu, diajak bermain, diajarkan tekniknya. Kalau sudah tumbuh kecintaan terhadap olahraga ini, mereka akan lebih mudah diarahkan untuk rutin berlatih," katanya.

Ia menyebutkan, kompetisi junior juga mulai berkembang, termasuk kelompok usia U-12 dan U-15.

Riau bahkan memiliki atlet muda potensial bernama Gabriel Alvaro yang telah mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam ajang internasional di Doha.

Keberadaan atlet tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa Riau memiliki potensi untuk melahirkan pemain padel berkualitas.

Karena itu, pengurus berharap pembinaan tidak hanya berorientasi pada kompetisi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi atlet yang kuat untuk masa depan.

"Yang kita lakukan sekarang ibarat menanam. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi kalau kita konsisten membangun organisasi, membina atlet, dan bekerja bersama, ke depan kita berharap bisa menuai prestasi," tutupnya.

Dengan semakin berkembangnya minat masyarakat, bertambahnya fasilitas lapangan, serta mulai terbentuknya sistem pembinaan, padel di Riau berpeluang tumbuh menjadi cabang olahraga yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu menyumbangkan prestasi di tingkat nasional. ***