
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau, Edy Syarifudin mengatakan, pihaknya kesulitan dalam mendapatkan saksi untuk menungkap kasus politik uang jelang pemungutan suara dengan istilah "Serangan Fajar".
"Kemarin sore ada orang yang menghubungi saya, katanya ada temuan kasus politik uang atau Serangan Fajar, tapi saya tunggu di kantor sampai 'belangau' tengah malam tidak datang-datang," katanya di hubungi di Pekanbaru, Rabu (9/4/2014).Pada intinya, kata dia, dalam perkara politik uang ini, masyarakat masih enggan untuk melaporkannya secara langsung ke Bawaslu. "Ini yang menjadi persoalan di Bawaslu. Masyarakat belum sadar untuk aktif membantu kami," katanya. (fzr)