JAKARTA – Arus investasi senilai triliunan rupiah yang masuk ke Riau terbukti manjur mengerek denyut perekonomian warga. Pencapaian ini tidak hanya membuka ribuan lapangan kerja baru, tetapi juga mengantarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru meraih pengakuan tingkat nasional lewat ajang CNN Indonesia Awards.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menerima trofi untuk kategori Excellence in Accelerating Urban Economic Growth and Investment dalam malam penganugerahan yang digelar di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Hingga triwulan kedua tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi wilayah yang dipimpin Agung bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar ini melesat di level 7,39 persen. Angka tersebut secara impresif mengalahkan rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya berkisar 5,29 persen, sekaligus memimpin jauh di atas rata-rata Provinsi Riau.

"Penghargaan ini adalah buah manis dari kolaborasi seluruh elemen. Bukan semata kerja keras kepala daerah, melainkan sinergi kuat perangkat daerah, Forkopimda, dan iklim masyarakat yang ramah terhadap investor," papar Agung usai menerima apresiasi tersebut.

Ia menekankan, mesin penggerak utama dari lonjakan ekonomi daerah saat ini bersandar pada sektor padat karya. Strategi tersebut dinilai lebih membumi karena perputaran uang dan terbukanya peluang usaha dapat langsung dirasakan dampaknya oleh lapisan masyarakat bawah.

"Jika hanya berfokus pada padat modal, kue ekonominya mungkin cuma dinikmati segelintir pihak. Namun dengan padat karya, denyut kesejahteraan itu bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan warga," bebernya.

Mengamankan kepercayaan pemilik modal memang menjadi fokus utama jajaran Pemkot Pekanbaru. Tercatat, sejak Januari hingga September, realisasi investasi tembus di angka Rp9,28 triliun. Aliran dana segar ini turut membuka keran pekerjaan bagi lebih dari 8.500 tenaga kerja domestik.

Tren penanaman modal ini terus menunjukkan grafik menanjak. Sepanjang semester pertama saja, nilai investasi tumbuh 35,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini beriringan dengan melonjaknya volume proyek di lapangan dari 4.187 titik menjadi 7.737 proyek aktif. Penanam modal dalam negeri tercatat masih mendominasi suntikan dana triliunan rupiah tersebut.

Ekspansi bisnis dan ekonomi di ibu kota Riau ini semakin kokoh lantaran tingkat inflasi daerah yang sukses dijinakkan di angka 2,69 persen pada Oktober lalu. Stabilitas harga kebutuhan pokok ini ditopang oleh agresifnya pergerakan sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.

Guna memastikan tren positif perputaran modal ini berumur panjang, pemerintah daerah terus memangkas kerumitan birokrasi perizinan lewat inovasi layanan terpadu, seperti SIP AMAN hingga Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini. Upaya bersih-bersih birokrasi ini melengkapi deretan prestasi Pekanbaru yang sebelumnya juga sukses memboyong Riau Investment Award serta penghargaan percepatan investasi berbasis ekologi. ***