SELATPANJANG, GORIAU.COM - Melalui pengembangan usaha agribisnis, sebanyak 7 pondok pasantren di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan bantuan pusat. Bantuan bernama Lembaga Mangakar, Mandiri di Masyarakat (LM3) berupa tanaman produktif itu merupakan satu-satu di Riau yaitu di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP), Yulian Norwis MM Senin (24/3/2014). Yulian Norwis yang akrab dipanggil Icut mengakui bahwa di Riau hanya Meranti yang mendapatkan bantuan bagi pasantren tersebut.
"Tanaman yang dibantu tersebut berupa tanaman holtikultura dari Dirjen Holtikultura kementrian Pertanian," kata Icut.
Melalui program tersebut diharapkan dapat membantu pondok pasantren dalam melaksanakan operasionalnya. Sehingga nantinya bisa mandiri dan bisa membiayai berbagai kegiatan didalam pondok pasantren.
"Hasil dari program penanaman tanaman produktif itu akan menjadi milik pasantren. Karena program ini bertujuan agar seluruh pasantren bisa lebih mandiri," ungkapnya.
Kata Icut pula, sebelum bantuan itu diberikan, maka April mendatang seluruh ketua pondok pasantren tersebut akan terlebih dahulu diberikan workshop di Jakarta. Mereka nantinya akan didampingi oleh tenaga pendamping dari DPPKP Meranti.
Dapat disampaikan pula Ketujuh Pondok pasantren yang akan mendapatkan bantuan tersebut antara lain, Pondok Pasantren Radatul Qur'an Desa Mantiasa, Yayasan Al istiqomah Desa Tanjung, Ponpes Salafiyah Zumrotul Muttatqin dan Empat LM3 di Desa Tanjung Samak.
Khusus untuk Tanjung Samak, tambah Icut, akan dilakukan penanaman Nenas, dan di daerah Tebing Tinggi Barat nenas ditambah cabe dan lainnya.(zal)