PEKANBARU - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Riau, Marwan Yohanis angkat bicara terkait kepindahan salah seorang rekannya dari Partai Gerindra ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yakni Taufik Arrakhman.

Taufik sendiri pernah menjadi Bendahara DPD Gerindra Riau dan terakhir menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Advokasi DPD Gerindra Riau. Namun, pada Sabtu kemarin, Taufik secara resmi menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Pekanbaru.

"Itu sudah keputusan politik dia, dan sekarang ini tidak ada lagi pertentangan ideologi. Bagi saya, semua partai ideologinya sama. Tapi secara pribadi saya menyayangkan kepergian beliau," kata Anggota DPRD Riau Dapil Inhu-Kuansing ini kepada GoRiau.com, Senin (5/4/2021).

Marwan menganalogikan, seperti seseorang yang ingin berangkat ke Padang dari Pekanbaru. Ketika sampai di Pangkalan, ternyata jalan putus dan tidak bisa dilewati, sehingga orang tersebut memutar arah ke Taluk Kuantan kemudian ke Kiliran Jao.

"Sah-sah saja kalau dia mengubah rencana dengan tidak melewati itu. Yang penting bagi saya, tujuan jangan dirubah. Rencana boleh diubah, tujuan jangan. Dan itu hak pribadi," tuturnya.

Taufik, jelas Marwan, merupakan kader Gerindra yang secara kemampuan sudah sangat matang, bahkan dia sudah pernah mengikuti pelatihan di Hambalang, dan mendapatkan wawasan tentang kebangsaan dan lainnya dari Pimpinan Gerindra.

Apa yang didapat Taufik dari Gerindra, diharapkan Marwan, bisa menjadi 'human investment' Gerindra untuk kemajuan bangsa dan negara. Dengan investasi tadi, Marwan yakin akan diterapkan Taufik dalam segala sisi kehidupan.

"Bagi saya pribadi, investasi yang diberikan Gerindra ke dia, akan menjadi investasi Gerindra untuk bangsa, Kalau tidak bisa diimplementasikan di Gerindra, kemudian dia mengimplementasikan di jalur lain, ya tidak apa-apa. Gerindra juga tidak mutlak bahwa yang sudah dilatih dan dibina harus mengabdi total di Gerindra, tidak bisa begitu," terangnya. ***