
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Bengkalis, Renaldi Saleh mengatakan, hampir 50 persen desa se-Kabupaten Bengkalis sudah menerima dana Inbup tahun 2013. Sebagian desa memang belum menerima, karena masih terdapat kesalahan pada adimistrasi.
Renaldi meluruskan bahwa tidak benar belum ada satupun desa yang menerima dana Inbup sampai akhir bulan Nopember. Hampir separo desa sudah memerima dana Inbup.
''Sebagian desa sudah menerima dana Inbup. Memang masih ada yang belum terima, karena ada beberapa esalahan administrasi seperti tanggak yang tertera pada kwitansi yang harus kita perbaiki. Tapi insyaallah dalam waktu dekat semuanya akan terima,'' ujar Renaldi kepada sejumlah wartawan, Senin (25/11).
Soal singkatnya waktu, sehingga dikawatirkan proyek Inbup tidak selesai, ia menjelaskan, tergantung dari para kepala desa masing-masing. Tapi dirinya yakin proyek Inbup bakal selesai, karena umumnya volume proyek Inbup tidak begitu besar.
Masih menurut Renaldi, program tidak sama dengan proyek tahun jamak atau tunggal. Dana Inbup disalurkan ke masing-masing Bumdes, sehingga dana tersebut masih bisa digunakan walau sudah habis tahun anggaran.
''Saya targetkan paling lambat Januari 2014, semuanya sudah selesai. Program Inbup ini sifatnya swadaya, artinya dikerjakan oleh masyarakat setempat. Perusahaan besar dengan tenaga kwalified saja terkadang tidak selesai sat tahun anggaran, apalagi hanya masyarakat desa,'' katanya.
Program Inbup katanya tidak jauh beda dengan program Pokmas ketika dirinya masih menjadi camat di Siak beberapa waktu lalu. Proyek Inbup atau Pokmas tidak sama dengan proye reguler biasa. "Boleh dikerjakan kendati anggaran satu tahun sudah berakhir,'' katanya.
Salah seorang warga Asri mengatakan, sesuai Keppres 70 Tahun 2012 Tentang Hukum Kontrak/Pengadaan Barang dan Jasa, bahwa hanya ada dua hukum kontrak, yakni Jamak (multiyears) dan tunggal (reguler/satu tahun). Sementara program Inbup, masuk ke dalam tahun tunggal atau satu tahun masa pengerjaan.
''Sampai akhir bulan Nopember belum terlihat tanda-tanda anggaran untuk program Inbup segera cair. Sementara waktu bekerja efektif hanya tinggal satu bulan saja lagi. Kalau melihat waktu yang tersisa, saya sangsikan kalau program Inbup in bakal berjalan efektif,'' kata Asri.
Mantan pegawai BUMD PT BLJ ini mengatakan, program Inbup sam dengan program reguler biasa. Tidak boleh dikerjakan apabila sudah berahir tahun anggaran.jfk