
SELATPANJANG - Upaya Pemda Kepulauan Meranti meningkat pelayanan kesehatan kepada masyarakat belum maksimal. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya desa belum memiliki tenaga kesehatan.
Demikian diakui Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti dr Irwan Suwandi, Selasa (6/12/2016). Ketika dikonfirmasi awak media, Irwan Suwandi mengatakan ada 20 desa yang tidak memiliki tenaga kesehatan (bidan atau dokter, red). "Saat ini ada 20 desa yang tidak ada petugas medis," kata Irwan Suwandi.
Untuk itu, tambah Irwan Suwandi, tahun mendatang 2017 mereka akan mengupayakan perekrutan bidan, pegawai tidak tetap (PTT). "Kita sedang upayakan agar 2017 merekrut bidan PTT, untuk ditempatkan di sana," tambah Irwan Suwandi.
Beberapa desa itu antara lain, Desa Sonde, Desa Tanjungkedabu, Desa Kepaubaru, Desa Telesung, dan beberapa desa lainnya.
Hal yang sama juga diakui Atan, salah seorang warga Desa Tanjungkedabu. Kata Atan, sekitar 2 minggu yang lalu Ia pergi berobat ke Pustu Desa Tanjungkedabu. Bukannya langsung mendapat pelayanan, Atan malah melihat Pustu dalam keadaan tutup.
Lalu, Atan mencari informasi kepada warga sekitar. Dari situ, diketahui bahwa sudah lama tenaga medis tidak ada di Pustu, sehingga Pustu itu ditutup. "Informasinya pindah tugas, tapi saya juga tidak tahu," kata Atan kepada GoRiau.
Kemudian Atan mencari tempat berobat ke desa tetangga. Waktu itu Ia tiba di Ladang Kecil Desa Sonde, di sini juga tidak ada tenaga medisnya. Pustu dalam keadaan tutup.
"Kalau di Desa Telesung ada tenaga kesehatannya. Tapi, buka Senin sampai Kamis saja, kalau Jumat sampai Minggu tidak ada pelayanan," beber Atan.
Dengan tidak adanya tenaga kesehatan ini, kata Atan juga, masyarakat berobat alternatif, yaitu mendatangi dukun. Atau berobat ke Tanjungbalai Kepulauan Riau, bagi yang ekonominya mampu. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini