PEKANBARU, GORIAU.COM - Untuk kedua kalinya dalam tahun 2014, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan Riau berstatus siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dimana Gubernur Riau (Gubri) H Annas Maamun mengeluarkan secara resmi Surat Keputusan (SK) status darurat tersebut pada Selasa (24/6/2014) kemarin.

Dimana sebelumnya Gubernur Riau telah meneken Riau siaga darurat Karhutla pada awal tahun lalu saat Riau kembali dikepung kebakaran dan kabut asap. Kemarau kering ditambah mulai terbakarnya sejumlah hutan dan lahan di kabupaten/kota di Riau membuat Pemprov Riau menetapkan Riau kembali dalam siaga darurat.Demikian disampaikan Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman kepada wartawan, Selasa (24/6/2014) kemarin. "Riau sudah ditetapkan siaga darurat karhutla, seluruh stakeholder terkait harus mulai mengantisipasi serangan kebakaran yang meluas," imbau Wagubri.Penetapan siaga darurat ini ditandai dengan kembali dibukanya Posko Penanggulangan Bencana Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru pada Selasa (24/6/2014) kemarin.Penetapan Riau siaga darurat tersebut berdasarkan rapat yang digelar Pemprov Riau bersama instansi terkait pada Senin (23/6/2014) malam. Hadir dalam rapat tersebut Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, Danlanud Roesmin Nurjadin Kol Pnb Khairil Lubis, Danrem 031/WB diwakili Kasrem 031/WB serta pihak BPBD Riau dan beberapa satker terkait dalam penanggulangan karhutla.Tim Penanggulangan Bencana Karhutla Riau langsung dikomandoi Wagubri. Dimana pihak TNI AD akan melakukan operasi darat dalam satgas yang dipimpinnya. Lalu TNI AU akan melaksanakan satgas udara dalam operasi pemadaman api. Sedangkan Mapolda dan Kajati Riau menjadi satgas penegakan hukum.Wagubri menjelaskan, hari pertama posko dibuka dan SK dikeluarkan, ratusan petugas langsung diturunkan ke lapangan, terutama titik-titik. Seperti satu SSK (sekitar 100-an personel) Brimob ke Rokan Hilir, satu SSK Lanud TNI AU ke Dumai, satu SSK Korem ke Bengkalis dan satu SSK Satpol PP ke Siak.Namun tidak hanya di tingkat provinsi, seluruh kabupaten/kota juga diinstruksikan membuka posko masing-masing. "Sebagai antisipasi meluasnya kebakaran," kata Wagubri.***