PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Kebakaran puluhan hektar kebun sawit yang terjadi di Kecamatan Bunut pada Selasa kemarin (20/8), ternyata berimbas pada sejumlah aktifitas warga. Tidak hanya kerugian materi, akibat kebakaran lahan sawit tersebut hampir seluruh aktifitas masyarakat dan anak sekolah menjadi terganggu.

"Puluhan hektar kebun kelapa sawit yang terbakar itu merupakan milik masyarakat. Kita sendiri tak tahu pasti apa penyebab kebakaran itu, tapi yang jelas akibatnya sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan anak sekolah," terang Kepala UPT Disdik Kecamatan Bunut, Basir, saat dikonfirmasi, Rabu (21/8/2013).

Basir mengatakan bahwa karena lokasi yang sangat sulit untuk dijangkau maka usaha pemadaman yang dilakukan warga menjadi tidak maksimal sehingga kebakaran makin meluas.

"Penyebab kebakaran tidak tau persis, namun upaya untuk memadamkan sudah dilakukan warga. Lokasi kan sangat sulit ditambah banyaknya semak belukar, sehingga api juga cepat merambat," jelas Basri seraya mengatakan bahwa sejauh ini yang terlihat jelas terbakar adalah kebun sawit milik warga di desa Petani Kecamatn Bunut.

Meskipun kejadian kebakaran tersebut terjadi kemarin, sambungnya, namun sampai hari ini kabut asap masih tetap tebal dan masih bisa dirasakan asap dari hasil kebakaran. Karena itu, sejumlah sekolah masih tetap diliburkan hingga kabut asap tidak lagi tebal serta menyesakkan pernafasan.

Sementara itu, menurut keterangan dari warga lain, kebakaran lahan sawit tidak hanya terjadi di desa Petani saja, namun ada desa terdekat lainya juga mengalami hal yang sama. "Desa tolam dan desa Petatalan juga kebun sawit warga terbakar, karna desa itu berdekatan,"ungkap Dewi warga setempat.

Terkait adanya kejadian kebakaran kebun sawit milik masyarakat di wilayahnya, Camat Bunut, Sugeng Hariadi mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut, bahkan berbalik bertanya ketika ditanyakan perihal tersebut. "Saya malah tidak tahu, dimana kebakaran itu,"sebut Camat ketika dihubungi media ini via ponselnya, Rabu (21/8/2013).

Bahkan camat Sugeng mengatakan, kalau dirinya tidak menerima laporan dari masyarakat atau kepala desa setempat atas terjadinya kebakaran lahan sawit milik masyarakat. "Tak ada laporan yang masuk ke Saya kalau itu. Pihak desa tidak melapor ke Saya kalau itu," ujar Sugeng.(ilm)